Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya pembangunan maritim bangsa. Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar harus memiliki karakter maritim dengan mempelajari konsep kemaritiman dari negara-negara maju.
“Kerja sama internasional ini sangat penting bagi kami dalam meningkatkan pemahaman situasi maritim atau maritime situational awareness), khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang menghadapi dinamika keamanan kompleks,” kata Laksma Salim.
Lanjut dia, ancaman maritim itu mulai dari aktivitas illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, tata kelola lalu lintas pelayaran, hingga potensi risiko terhadap critical maritime infrastructure serta keamanan digital di domain maritim.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan keamanan maritim di Indonesia, mempelajari praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan Indonesia dalam pengelolaan keamanan maritim serta sharing information bagaimana MDA diimplementasikan di British Royal Navy,” jelasnya.
Sementara itu, Lt Commander Nelson McMillan selaku pakar MDA membeberkan konsep kemaritiman dibangun Inggris hingga penerapan strategi pertahanan yang dilakukan British Royal Navy.
Turut hadir pada kegiatan ini Alexander Simm (Foreign Commonwealth and Development Office), William Heather (Foreign Commonwealth Office), Jonathan Robertson (British Embassy), dan Maria Nova (British Embassy).
Sedangkan dari Pusjianmar Seskoal tampak hadir Wakapusjianmar Seskoal, Dirkersam Pusjianmar Seskoal, Dirmarnas Pusjianmar Seskoal, Dirjianwas Pusjianmar Seskoal, Dirinfopub Pusjianmar, serta Kasubditjian AsPas Pusjianmar.
Kegiatan kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat pertukaran informasi, pengetahuan, dan kapasitas kelembagaan guna mendukung stabilitas keamanan maritim kawasan.
BERITA TERKAIT: