Presiden Direktur PT Astra InterÂnational Tbk Prijono SuÂgiarto mengatakan, tahun ini piÂhaknya menyiapkan dana Rp 2,5-3 triliun khusus untuk mengÂeÂmÂbangkan otomotif yang langÂsung berada di bawah nauÂngan Astra. “Sedangkan di luar itu masih ada dana Rp 5 trilun untuk peruÂsahaan aliansi seperti ADM (PT Astra Daihatsu Motor), TMMIn (Toyota Motor ManufacÂturing Indonesia) dan lainnya,†ujarnya dalam Rapat Umum PeÂmegang Saham Tahunan (RUÂPÂST) di Jakarta, kemarin.
Prijono juga menyatakan optiÂmis kinerja perseroan masih akan tumbuh baik pada tahun ini. KonÂdisi ini tidak akan terpeÂngaruh kenaikan batas miniÂmum uang muka (down payment/DP) kendaÂraan bermoÂtor, serta renÂcana kenaikan harga dan pemÂbatasan bahan bakar minyak (BBÂM) bersubsidi.
Menurutnya, bisnis Astra suÂdah berubah dari 10 tahun lalu. Saat itu, kontribusi divisi otomoÂtif mencapai 82 persen dan sisa dari divisi lain. Namun, kini konÂtriÂbusi divisi otomotif sebesar 50 persen dan sisanya divisi lain 50 persen.
Lebih lanjut Prijono mengataÂkan, pihaknya meminta KemenÂteÂrian Keuangan meninjau kemÂbali aturan DP tersebut melalui asoÂsiasi masing-masing. Hal itu diÂkarenakan NPL (Non PerforÂming Loan) untuk kendaraan roda empat berada di bawah satu persen dan roda dua di bawah dua persen.
Direktur PT Astra International Tbk Johnny Darmawan mengÂatakan, penambahan kapasitas produksi di ADM dan TMMin sudah dilakukan akhir dan awal taÂhun ini.
“Kapasitas produksi industri otomotif nasional tahun in suÂdah mencapai 800-900 ribu unit per tahun. Dengan tambaÂhan invesÂtaÂsi menjadi 900 ribu hingga 1 juta unit dimulai tahun ini, jadi suÂdah diÂpersiapkan itu,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: