Dua rider senior-junior ini lolos ke final setelah melalui babak kualifikasi, di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, Selasa (21/8) lalu. Larasati dan Dara termasuk dalam 15 finalis Dressage Individual Intermediate yang akan bertanding hari ini.
Mereka akan menghadapi laÂwan dari berbagai negara seperti China, Republik Korea, Hongkong, Chinese Taipei, Thailand, Iran dan Jepang.
Dara mengaku sudah percaya diri menatap babak final. Ditemui usai latihan, Rabu (22/8), Dara membeberkan persiapan yang dilakukan demi memperebutkan medali.
"Jujur, saya kaget dan tidak menyangka bisa masuk final. Saat ini, saya tetap berlatih dan fokus seperti biasanya saja. Dan besok, saya pasti akan memÂberikan performa terbaik untuk Indonesia," ungkap rider yang genap berusia 18 tahun pada 6 Agustus lalu ini.
Meski terbilang sebagai ridÂer termuda di Tim Indonesia, kualitas Dara diperhitungkan. Dia pernah menyabet medali emas Dressage Individual Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat pada 2016.
Saat disinggung mengenai target selanjutnya, Dara menÂgungkapkan keinginan tampil mewakili Indonesia di SEAGames 2019.
"Saya juga ingin mengikuti
World Equestrian Games," tegas rider yang juga hobi melukis itu.
Sementara Larasati, yang terbilang jauh lebih senior dari Dara mengaku sudah siap bertarung. Atlet kelahiran 14 November 1971 ini mengatakan kudanya yang bernama Calaiza sudah sangat menyatu dengan dirinya.
Meskipun baru sembilan minggu berlatih dengan kuda tersebut. Hanya kuÂdanya belum begitu terbiasa dengan arena pertandingan. Sebab, menurutnya atlet dan kuda minimal berlatih dengan waktu enam bulan sampai satu tahun agar menyatu feelingÂnya.
"Ada beberapa kesalaÂhan karena feelingnya beÂlum dapat, karena memang kuda di arena latihan dan arena tanding belum terbiasa," ungkap Laras. ***