Harapannya Kemenpora bisa memantau persiapan atlet menuju Asian Games.
"Kesiapan itu harus ditunjukkan dengan progres atlet dan ditandai dengan adanya promosi-degradasi atau prestasi selama
try out. Kami ingin semua cabor bisa menyerahkan data tersebut agar kami mengetahui
progres atlet," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Mulyana.
Selama ini, pihaknya menyerahkan program pemusatan latihan pada masing-masing cabor, bahkan untuk try out ke luar negeri sudah.
Pengurus cabor juga sudah menjamin kesiapan atlet, sehingga Kemenpora akan meminta bukti berdasarkan data untuk memastikan asa Indonesia di Asian Games masih digantung tinggi.
"Waktu semakin dekat. Tinggal tiga bulan lagi," katanya.
Pemerintah berharap Indonesia bisa mengoleksi 20 medali emas agar finis di 10 besar. Beberapa cabor andalan yakni pencak silat, bulu tangkis, jetski, paralayang, wushu, karate kata, taekwondo poomsae, bridge, rowing, serta traditional boat race (TBR) diharapkan bisa menyumbang emas.
"Beberapa cabor sudah melapor. Termasuk laporan keuangan. Kita akan terus koordinasi," kata Mulyana.
Pemerintah sendiri telah membagi cabor menjadi tiga klaster menjelang Asian Games ke-18 nanti, yakni klaster medali emas, klaster medali, dan klaster partisipan alias cabor yang bertanding untuk mengejar peningkatan peringkat atau catatan waktu.
Asian Games sendiri digelar dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Diperkirakan 12 ribu atlet dari 45 negara Asia akan memperebutkan medali dari 40 cabor dengan 462 nomor yang dipertandingkan.
[wid]