Piala Presiden Harus Dihentikan Permanen!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 19 Februari 2018, 10:24 WIB
rmol news logo Insiden penghadangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat hendak turun ke podium mengikuti Presiden Jokowi untuk menyerahkan Piala Presiden kepada tim juara Persija Jakarta berbuntut panjang.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mendesak penyelenggaraan Piala Presiden dihentikan secara permanen.

"Yah baiknya gitu (dihentikan secara permanen)," tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/2).

Menurut dia, ajang olahraga tersebut justru digunakan untuk panggung politik. Buktinya saat penyerahan piala yang sama tahun lalu, Jokowi malah didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Padahal, yang keluar sebagai pemenang bukanlah Persija sebagai tuan rumah, melainkan Persib Bandung.

"Sungguh disayangkan bila event olahraga berbalut politik. Publik simpel aja, tahun lalu pada ajang yang sama ada gubernur yang dampingi. Kenapa yang sekarang tidak dampingi," kritiknya.

Sekali lagi ia menegaskan untuk penyelenggaraan Piala Presiden ke depan tak usah dilanjutkan. Apalagi potensi menimbulkan kecemburuan cabang olahraga yang lainnya.

"Bahkan bulutangkis yang lebih berprestasi saja nggak begitu. Dengan kejadian ini, stop event olahraga apapun pakai istilah presiden demi keadilan dan non politisasi olahrga," tegasnya.

Seharusnya olahrga apapun, lanjut Andrianto, diselenggarakan oleh organisasi yang menaunginya, semisal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Sebaiknya PSSI bikin regulasi yang berdasarkan kompetisi yang berjenjang berdasarkan skema pembinaaan. Jadi prestasi tujuannya bukan semata pencitraan," pungkasnya.[wid]




Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA