Reunian Pemain 70an, Warna Agung Taklukkan Indonesia Muda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 21 Agustus 2017, 07:20 WIB
rmol news logo Sejumlah 48 mantan pemain yang berjaya di era 1970-an dan timnas Indonesia ikut meramaikan laga nostalgia Warna Agung Stars vs Indonesia Muda All Stars menyambut reuni Warna Agung, di lapangan Simprug, Pertamina, Jakarta, Minggu (20/8).

Dalam pertandingan yang disaksikan langsung Dimas Wahab mantan pejabat Indonesia Muda dan Ketua Arseto Solo dimenangkan oleh Warna Agung dengan skor 5-2.

Adapun lima gol diciptakan oleh  Ari Basiman 2, Jimi Mamesa Masri dan Rajab Lestaluhu.Sedangkan dua gol Indonesia Muda dipersembahkan oleh Nus Lengkoan dan Junaidi Abdillah.

Warna Agung sendiri diperkuat oleh Simson Rumahpasal, Robby Binur, Marsely Tambayong, Risdianto, Rully Nere, Didik Darmadi, Yan Sunarya, Endang Tirtana (kiper), Gusnul Yakni, Budi Riva, Sunardi Rosdiana, Victor Turangan, Warta Kusuma, Widodo C. Putro, Maman Suryaman, Yopie Saununu dan lain-lain.

Sedangkan tim Indonesia Muda yang bermain striker Judo Hadianto, Ronny Paslah (Kiper), Dede Sulaiman, Hadi Ismanto, Johny Fahamsyah, Johaunis Auri, Johanis Auri, Andi Bonte, Junius Seba, Nus Lengkoan, Urias Rahantoknam, Ambrita Koto, Wahyu Hidayat, Hasan Tuharea, Suaeb Rizal, Ninit Nurcahyo, Djunaedi Abdillah, Syamsul Suryono, Djoko Pitoyo, William dan Hanafi.

"Reuni ini selain untuk mempererat silaturahmi juga untuk mengenang pendiri Warna Agung sekaligus mendoakan beliau," ujar kordinator acara reuni Warna Agung Marsely Tambayong, kemarin.

Dimas Wahab dalam sambutannya berharap reuni ini sebaiknya digelar tiap tahun agar para pemain kembali bersilaturahmi. "Inisiatif ini  harus diteruskan bahkan Pesertanya perlu ditambah," jelasnya.

Hal senada dikatakan Didi Darmadi. Dia berharap acara-acara seperti ini harus sering diadakan."Agar kita pemain semakin dekat dengan pemain lain," tambahnya.

Warna Agung adalah klub sepakbola yang didirikan oleh pengusaha cat PT. Warna Agung (Alm) Benny Mulyono yang juga merupakan salah satu pencetus berdirinya Galatama. Di klub inilah banyak pemain nasional bercokol dan langsung menjuarai kompetisi Galatama saat pertama digelar tahun 1980.

Selain pemilik klub Benny Mulyono yang telah tutup usia, sejumlah mantan pemain Warna Agung yang meninggal dunia diantaranya Ronny Pattinasarani, Timo Kapisa, Tinus Heipon, Fred Imbiri, Stevanus Sirey, Jammie Pieters, dan pelatih Endang Witarsa serta Frans Jo.

"Bukan kalah menang yang kita cari dalam laga ini. Tapi yang penting dari reuni ini adalah tetap terjalin dan terjaganya ikatan silaturahim dan komunikasi sesama mantan pemain Warna Agung, Indonesia Muda, " kata Marsely, mantan Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel 2012-2013 di PT.Jamsostek (Persero) dan satu-satunya putra Jambi yang pernah dipanggil PSSI ikut Diklat Salatiga tahun 1975 itu.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA