"Kami akan menyampaikan nota protes dan keberatan kepada Presiden NOC Malaysia Tuanku Imran dan Sekjen Beng Chop Low tentang hal ini. Sekaligus meminta buku tersebut ditarik dari peredaran serta diganti dengan pemuatan bendera Merah Putih yang benar," jelas Ketua Umum KOI Erick Thohir dalam keterangannya, Minggu (20/8).
Menurutnya, kesalahan mencetak gambar bendera menunjukkan keteledoran panitia penyelenggara dalam menyajikan identitas negara. Kesalahan itu hanya terjadi pada Indonesia. Sebab, bendera 10 negara peserta SEA Games lainnya tercetak dengan benar.
"Sudah tentu saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kesalahan fatal tersebut. Itu menunjukkan keteledoran dan ketidaktelitian. Meski persahabatan adalah warisan terbesar dalam olah raga, namun kesalahan dalam menampilkan atau menyajikan identitas negara lain tetap tidak bisa dibenarkan. Walaupun ini terjadi di dunia olah raga, jangan sampai ada hal yang mengganggu hubungan antar negara," beber Erick.
Buku panduan tersebut dibagikan kepada tamu undangan, termasuk Menpora RI Imam Nahrawi saat pembukaan SEA Games XXIX/2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu malam (19/8). Pada halaman 80, bendera Merah Putih tercetak terbalik menjadi putih merah. Posisi pencetakan bersebelahan dengan bendera Malaysia. Di bawah bendera Indonesia diberi keterangan tahun ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games yaitu 1979, 1987, 1997, dan 2011.
[wah]