Tiga hakim yang bertugas semuanya memenangkan Horn. Satu memberi poin 117-111, dan dua lagi 115-113.
Pada laga tinju itu, terlihat dari ronde pertama Horn tampil apik serta lepas dan berhaÂsil menyulitkan Pacquiao di sepanjang laga pertandingan. Bahkan beberapa kali terlihat ia mendaratkan pukulan tangan kirinya dan satu pukulan Horn berhasil mendarat bebas di waÂjah Pacquiao.
Para penikmat tinju tanah air khusunya masih sangat asing dengan petinju Australia 28 tahun ini. Kiprahnya memang terbilang masih baru di dunia tinju namun ia tak bisa dipanÂdang sebelah mata pascakeberÂhasilannya dalam merebut gelar juara dari tangan Pacquiao yang dikenal sulit ditumbangkan.
Horn diketahui adalah juara Australia di kelas welter. Gelar ini disabet Horn sejak 2013, setelah berhasil mengalahÂkan petinju Australia, Samuel Colomban. Tak butuh waktu lama setahun kemudian ia berÂhasil menyabet gelar juara WBO Oriental, setelah mengalahkan Rivan Cesarie.
Karirnya terus naik, bahkan di tahun 2014, 2015, ia mampu meraih gelar juara welter versi WBO, PABA, Pan Asia, dan Inter-Continental. Horn juga sebeÂlumnya mampu dua kali menang TKO, masing-masing atas petinju Jerman, Rico Mueller, dan petinju Afrika Selatan, Ali Fuenka.
Kemenangannya berturut-turut di kelas welter Inter-Continental, ini akhirnya mengantarkan Horn untuk berhadapan dengan Pacquiao yang dikenal susah untuk ditumbangkan.
Pacquiao menerima keputusan juri. Petinju asal Filipina itu pun berharap dapat membalas kekalaÂhan. "Saya ingin rematch secepat mungkin. Saya tidak menyangka Horn setangguh ini," pungkas Pac Man, dilansir Guardian.
Inilah kekalahan pertama Pacquiao sejak dibungkam Floyd Mayweather Jr, Mei 2015, atau ketujuh sepanjang kariernya. Setelah dibungkam Mayweather Jr, petinju berusia 38 tahun tersebut sempat menumbangkan Timothy Bradley dan Jessie Vargas.
Total rekor Horn menjadi 17-0-1, 11 diantaranya menang KO. Sedang Pacquiao menjadi 59-7-2, 38 diantaranya menang KO. ***
BERITA TERKAIT: