Kedatangan Sarman diterima oleh Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo
Dalam kesempatan itu, Sarman kembali meyakinkan bahwa Indonesia berpeluang besar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, menggantikan Qatar yang saat ini tengah dikucilkan negara-negara Arab dan Mesir.
Dengan adanya boikot tersebut, menurut Sarman, kemungkinan Qatar batal berpartisipasi dan menggelar Piala Dunia 2022 sehingga kekosongan tuan rumah Piala Dunia bisa diambil alih Indonesia.
"Kemungkinan Qatar digantikan oleh Indonesia cukup beralasan karena Jepang dan Korsel sudah 2002 sebagai
host bersama," jelasnya dalam pertemuan.
Sedangkan Australia, lanjut Sarman, sudah menolak dengan dasar melindungi olahraga favorit di negaranya, rugby dan cricket.
Peraih Inspiration Award dari
Kantor Berita Politik RMOL tersebut mengaku tetapi optimistis karena nama Indonesia saat ini menjadi satu dari sekian negara besar yang masuk dalam 'bidding' calon tuan rumah Piala Dunia.
Sarman dikenal getol mengampanyekan, termasuk melakukan lobi-lobi diplomatik ke beberapa negara untuk mendukung Indonesia sebagai tuan rumah event bergengsi sepakbola dunia tersebut. Jerih payahnya selama bertahun-tahun dimulai tahun 2009 itu dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa bantuan donatur selama perjalanannya keliling dunia.
[wid]
BERITA TERKAIT: