Kedatangan rombongan bermaksud untuk menyampaikan terima kasih kepada Menpora atas partisipasi dan perkenan Menpora membuka acara Pagelaran Seni dan Budaya Kepulauan Nias di Bundahan Hotel Indonesia beberapa waktu lalu.
"Hari ini kita sampaikan ucapan terima kasih kepada kepada Bapak Menpora berupa dokumen dan foto," ucap Desiyusman.
"Kami juga ingin sampaikan bahwa kami pemuda khususnya Pemuda Peduli Nias yang berada di Jakarta dan Jabodetabek berprinsip bahwa kami pemuda pelopor bukan pemuda pelapor artinya kami berinovasi memajukan Kepulauan Nias karena Kepulauan Nias ini telah jauh tertinggal," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa sebenarnya kegiatan itu adalah promosi pariwisata tetapi penggeraknya adalah para pemuda.
"Pada pagelaran seni dan budaya itu digerakkan pemuda dan adanya olahraga budaya tradisional sehingga Pak Menteri berkenan hadir dan mendukung," ujarnya.
Menpora merasa senang dan bangga pemuda Nias mampu dan mau mempertahankan kebudayaan asli daerahnya.
"Saya bangga, kalau bukan kita siapa lagi yang merawat kekayaan khasanah budaya kita sendiri, terlebih saat ini para pemuda kita lebih condong ke kemajuan zaman melalui gadget mereka," ujar Menpora.
Lompat Batu dan Tari Perang adalah kebudayaan asli Kepulauan Nias rencananya akan ditampilkan dalam ceremonial pembukaan Asian Games di Jakarta-Palembang 2018 mendatang.
"Saran saya segera bertemu dengan Inasgoc untuk terlibat, karena saat ini Keppres baru sudah ada Ketua Inasgoc Erick Thohir jadi bukan lagi saya yang bertanggung jawab kecuali prestasi Asian Games 2018," jelasnya
.[***]
BERITA TERKAIT: