Imam berharap, turnamen bisa melahirkan atlet-atlet taekwondo baru yang bisa mendongkrak prestasi taekwondo Indonesia di kancah internasional. Dia mengapreasiasi para orang tua yang memberikan semangat kepada anak-anaknya mengikuti atau sekedar menyaksikan. Serta berharap kejuaraan-kejuaraan seperti itu bisa memberikan dampak baik untuk kemajuan cabang olah raga bela diri tersebut.
"Semoga Taekwondo Indonesia ke depan bisa merebut medali emas di Asian Games 2018. Kemenpora mengucapkan terima kasih kepada PBTI yang terus menggulirkan turnamen untuk kemajuan prestasi Taekwondo. Kita sebentar lagi akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Korsel sebelumnya sudah pernah menjadi tuan rumah. Kami berharap Korsel bisa menularkan pengalaman atau pengetahuan untuk Indonesia mempersiapkan menjadi tuan rumah Asian Games. Kita berharap ajang ini bisa menjadi bagian untuk meningkatkan potensi Indonesia menghadapi Asian Games, baik dari segi budaya, pariwisata hingga olah raga," jelasnya.
Menhan Ryamizard Ryacudu menambahkan, di tengah tantangan yang semakin komplek yang membawa pengaruh besar ancaman terhadap negara kita diperlukan sumberdaya manusia yang memiliki sikap mental berjuang untuk negara.
"Acara ini saya harap bisa mencerminkan sikap disiplin dan memiliki kesadaran bela negara. Acara ini juga bisa melahirkan atlet taekwondo yang handal dan bisa memberikan prestasi yang baik," katanya.
Turnamen yang mengambil tema 'Taekwondo Mematri Semangat Bela Negara' itu diselenggarakan pada 31 Maret-2 April. Diikuti lebih dari 2.500 peserta dari 18 provinsi, juga peserta dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand.
[wah]
BERITA TERKAIT: