Kepada Menpora, Aziz menyampaikan bahwa Cricket memohon lapangan untuk berlatih di kawasan Pulo Mas, Jakarta. Pihaknya telah bertemu dengan Jakpro dan KOI dan beberapa pihak lain yang pada prinsipnya mendukung.
"Mereka prinsipnya setuju baik dari alokasi tanah dan anggarannya hanya saja meminta surat rekomendasi persetujuan dari Menpora," ujarnya.
Aziz melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan pengurus untuk PON Papua mendatang. Terkait SEA Games 2017 di Malaysia, Aziz optimis cricket mampu meraih medali dan mengharumkan nama bangsa.
"Kami mengusulkan Pak Menteri agar cricket dapat masuk di Satlak Prima baik untuk atlet putra dan putrinya, parameter kita di SEA Games Agustus 2017 Malaysia putri meraih medali emas dan putranya perak atau perunggu," katanya.
Di beberapa pertandingan persahabatan, cricket Indonesia yang saat ini di peringkat 43 dunia dari sebelumnya peringkat 134 mampu berbicara banyak seperti menang melawan Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang. Meski masih belum mampu juara saat melawan Australia, dan New Zealand.
"Apabila di tingkat SEA Games target kita meleset maka di Asian Games kita akan tahu diri Pak Menteri, tanggal 14 hingga 22 April kami mengundang Pak Menteri untuk membuka Pertandingan Cricket Bali Six yang di ikuti 16 negara di Lapangan Udayana Bali selanjutnya di Kartini Cup," jelas Azis yang juga menjabat ketua Komisi III DPR RI.
Mendengar beberapa hal itu, menurut Menpora Imam, terkait pengurangan beberapa cabor akan ada alat ukurnya yakni prestasi untuk criket memang luar biasa mampu menaikkan peringkat dunia hanya dalam waktu dua tahunan dari peringkat 130-an menjadi 43 dunia.
"Terima kasih telah memberikan beberapa informasi prestasi. Meski pertandingan persahabatan, namun harus tetap ada analisa yang dominan sekali dimana cricket seperti India, Pakistan, Australia," ujarnya.
Terkait prinsip efisiensi di Asian Games adalah prinsip yang di dorong OCA karena di Asian Games Incheon itu hanya 36 cabor sedangkan di Indonesia 42 cabor.
"Memang untuk jumlah cabor belum final hingga Agustus mendatang. Untuk itu penting sekali SEA Games Malaysia menjadi parameter sehingga nantinya saya laporan ke Bapak Wakil Presiden dapat berjalan lancar meski beliau inginkan adanya efisiensi semoga beliau mempertimbangkan," jelas Imam.
[wah]