Hangtuah yang bertarung di Indonesia Basketball League (IBL) akan menyumbangkan pemain-pemain muda mereka ke Dreya Indonesia yang bertarung di divisi 1 dan 2 liga basket tanah air. Pembinaan ini dilakukan secara berjenjang, untuk mencetak pemain-pemain basket di Indonesia sedari usia dini.
"Kita bikin pembinaan yang berkesinambungan, dari paling muda hingga ke profesional. Ini adalah tantangan buat kita untuk menjadi nomor satu di ASEAN," kata Ekoputro Adijayanto, founder Dreya Basketball Indonesia di Jakarta, Minggu (29/1).
Eko menyambut positif kehadiran dua pemain asing di tim Hang Tuah, yang menurutnya dapat memberikan inspirasi kepada pemain-pemain muda. Terpenting, para pemain asing ini dapat menularkan mental bertanding.
Dreya Indonesia dan Hang Tuah Sumsel sudah berkolaborasi sejak di ASEAN Basketball League (ABL). Menurut Eko, kompetisi internasional itu cukup memberikan peningkatan mental bertanding bagi pada pemain mereka, karena sudah bertanding di taraf internasional.
Selain mendapat suplai dari Hang Tuah untuk bertanding, Dreya Indonesia juga mensponsori Hangtuah untuk beberapa aktivitas utama mereka selama mengarungi kompetisi IBL.
Eko mengaku kerjasama dengan Hang Tuah terjalin begitu saja, setelah ada chemistry di antara Dreya Indonesia dan Hang Tuah yang sama-sama menginginkan pembinaan pemain sejak usia dini.
Apalagi, Hang Tuah disebutnya adalah tim yang unik, tidak memilik owner atau pemilik seperti kebanyakan tim basket profesional lainnya.
"Mereka (Hang Tuah) sangat jujur, sesuai dengan gaya kita di Dreya. Kita ingin bersama-sama menjalankan program pembinaan pemain sebagai misi utama," ujar Eko.
[ian]
BERITA TERKAIT: