45 hari jelang pelaksanaan event kelas dunia di awal tahun ini, persiapan yang dilakukan sudah mendekati sempurna.
Hal ini telah dilaporkan pihak panitia Penyelenggara Kejuaraan Dunia Motocross MXGP kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan juga Pengurus Pusat IMI (Ikatan Motor Indonesia) dalam jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1).
"Sepanjang tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mendukung penyelenggaraan
event keolahragaan dan kepemudaan yang juga mendorong promosi pariwisata Indonesia ke mancanegara," kata Imam.
Menurut Menpora, selain menjadi
event olahraga otomotif berskala internasional, Kejuaraan Motocross MXGP menjadi salah satu ajang promosi wisata Pangkalpinang, karena daerah tersebut memiliki banyak sekali tempat pariwisata, terutama pantai, yang menjadi kebanggaan Indonesia.
"Kejuaraan ini adalah kejuaraan Motocross tertinggi di dunia atau dengan kata lain, MXGP adalah Moto GP-nya di kejuaraan dunia motocross. Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi kita semua," paparnya.
Sejauh ini, koordinasi dan persiapan menyangkut pelaksanaan kejuaraan dunia motocross pertama di Indonesia setelah 20 tahun ini sudah berjalan baik. Termasuk koordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pangkalpinang terkait kesiapan hotel, mobil rental dan lain-lain untuk menerima tamu mancanegara.
Kemenpora juga telah membentuk Tim Merah Putih yang terdiri dari 10 crosser terbaik Indonesia. 10
crosser terbaik itu akan tampil di MXGP Pangkalpinang melalui jalur
wild card. Mereka akan menjadi
local hero.
"Maka kami akan men-
support para
crosser ini dari segi pendanaan, agar bisa tampil maksimal," kata Imam.
Salah satu yang menarik dari kejuaraan MXGP ini di mana kelas yang dilombakan tak hanya untuk laki-laki. Namun MXGP juga memberi kesempatan pada
crosser wanita yang ingin ambil bagian dengan dibukanya kelas khusus yang diberi nama Women’s Motocross Championship.
[wid]