Gelar itu diraih Lauren usa memenangi partai puncak turÂnamen ASB Classic, usai Davis mengalahkan Ana Konjuh dua set langsung, 6-3 dan 6-1.
"Ini adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Momen ini tentu sebuah pengalaman yang tak akan bisa terlupa setelah menunggu bertahun-tahun," katanya.
Davis memang pantas puas dengan raihannya ini. Sebab, tahun lalu, petenis berusia 23 taÂhun itu tersingkir di partai final, masing-masing di Washington DC dan Quebec, Kanada.
Davis mengakui, terkadang dia merasa frustasi jika menghadapi laga di partai puncak. Namun, kini dia tidak mengulangi kesalahannya itu. "Saya belajar dari masa lalu saat beberapa kali tampil di final. Aku merasa nyaris tidak ada beban," ujarnya.
Sementara Konjuh yang gagal membalas dendam merasa cuÂkup kecewa. Namun demikian, keberhasilannya menembus partai final dianggapnya sebaÂgai langkah yang bagus untuk memulai tahun 2017.
"Tentu saja saya kecewa, tapi ini bukan cara yang buruk untuk memulai musim baru. Selamat untuk Lauren (Davis), dia berÂmain luar biasa," kata Konjuh.
Terakhir kali kedua petenis cantik tersebut bertemu adalah tahun 2014 di Auckland, Selandia Baru, di mana Davis tumbangkan Konjuh dalam tiga set. Tiga tahun berselang, Konjuh yang berasal dari Kroasia gagal membalas kekalahan dari Davis.
Sementara itu, final turnaÂmen Brisbane Internasional akan mempertemukan petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov dan Kei Nishikori, Minggu (08/09) waktu setempat.
Dimitrov yang secara mengeÂjutkan merebut tiket final dari tangan Milos Raonic usai mengakhiri duel dengan skor 6-7(7-9), 2-6.
Tantangan Dimitrov akan terÂjadi di final. Dia akan menghadaÂpi petenis Jepang, Kei Nishikori, lawan yang belum pernah bisa ditaklukkan sejak pertama kali bersua pada 2013. Dari tiga kali pertemuan, Dimitrov selalu kaÂlah atas petenis Asia tersebut.
Nishikori lolos ke final usai mengalahkan Stanislas Wawrinka dua set langsung, 7-6, dan 6-3 dalam waktu 90 menit. ***
BERITA TERKAIT: