Tiga nomor yang dipertandingkan, DKI menyabet ketiga emasnya. Kesuksesan tersebut diraih dari nomor individual putri oleh Tyana Dewi Koesumawati dengan perolehan nilai tertionggi 19.950.
Kemudian emas kedua dari Claudio Marsello dengan nilai mencapai 20.900 di individual putra. Sementara dari pasangan Lody Lontoh dan Tyana Dewi di nomor campuran dengan perolehan 19500.
Di nomor individual putri, Tyana memang menjadi unggulan di nomor tersebut. Dia sukses mengalahkan Umi Sri Haryani (Lampung) dan Della Rosa A. Purbowo (Jawa Timur). Begitupula dengan Claudio yang berhasil memikat para juri dengan penampilannya yang energik dan mampu menyelesaikan gerakan-gerakan sulit dengan apik. Bahkan, nilainya sangat tinggi 20.900.
Di peringkat kedua , Raja Dwi Permata Halim (Jawa Timur) meraih nilai 19.750. dan atlet Lampung, Denda Firmansya berada di peringkat ketiga dengan nilai 19.350. Atas hasil tersebut, pelatih Fahmy Fachrezzy menilai, kemenangan itu merupakan hasil dari kematangan dari pengalaman para atlet DKI.
"Sekarang mereka sudah dalam usia matang. Seperti Lody dan Dewi sudang tangguh. Claudio, dengan kans di dunia yang lebih tinggi dari segala faktor mengempuni. Punya kedisiplinan yang tinggi. Kondisi fisik bagus, dan cerdas. Jadi semoga maksimal terus bertahan hingga 4 tahun kedepan,’’ ujar Fahmy.
Claudio mengaku penampilan di PON tentu cukup membuatnya gugup. Bahkan, lebih gugup ketimbang saat dirinya tampil di luar negeri. "Cuma aku berusaha menjaga konsentrasi. Bagiku, support penonton jadi energi positif untuk aku tampil yang terbaik," ujarnya.
[wid]