Pebalap asal Selandia Baru ini finish di posisi sepuluh setelah memulai balapan dari urutan 14. Evans pun menempati posisi keenam klasemen pebalap dengan koleksi nilai 71.
Sementara itu, pebalap muda asal Indonesia Sean Gelael tak mendapatkan hasil ideal pada balapan ini. Sean harus menerima kenyataan pahit menyelesaikan lomba di barisan belakang setelah mobilnya sempat disenggol pebalap tim Arden International, Jimmy Eriksson pada lap ketiga. Akibat senggolan itu, Sean harus berjuang mengendarai mobil secara perlahan dengan kondisi ban belakang kanannya pecah untuk masuk pit stop untuk mengganti ban.
Pebalap berusia 19 tahun ini kehilangan banyak waktu dan tertinggal satu putaran, ketika kembali ke lintasan balapan. Terlebih, untuk pertama kalinya, jalannya balapan pun berlangsung mulus, sehingga tidak ada momen masuknya mobil pengaman yang bisa menghambat laju pebalap.
Namun demikian, Sean tetap membalap dengan gigih dan berupaya keras untuk membuat catatan waktu terbaik. Torehan waktu terbaik Sean satu menit 29,969 detik, yang merupakan waktu tercepat ketiga setelah Oliver Rowland dan Nobuharu Matsushita.
"Saya sudah berupaya keras untuk tidak membuat kesalahan. Namun, sundulan mobil Eriksson membuat ban mobil saya pecah dan harus masuk pit. Mudah-mudahan pada balapan sprint saya mendapatkan balapan yang lebih ideal dan meraih hasil bagus," dalam keterangan pers, Minggu malam (24/7).
Posisi pertama akhirnya diambil Pierre Gasly dari Tim Prema Racing. Pebalap asal Perancis ini mendominasi balapan sejak awal dan cukup kuat mempertahankan posisi terdepannya dari start. Buat Gasly ini merupakan kemenangan keduanya musim ini. Tempat kedua direbut rekan setimnya, Antonio Giovinazzi.
Pebalap yang juga didukung KFC Indonesia ini menyodok ke posisi kedua setelah membuat start yang bagus dari urutan ketiga. Posisi podium ketiga diambil pebalap ART Grand Prix, Sergey Sirotkin. Dengan hasil balapan ini membuat Gasly dan Antonio memimpin di klasemen pebalap dengan nilai 108 dan 96.
Hasil menyakitkan akhirnya juga dialami Eriksson. Pebalap Swedia ini sebenarnya berpeluang mendapatkan poin dengan finis di tempat ke delapan. Namun, pada lap terakhir, Eriksson yang menggunakan strategi pit stop hanya tiga lap jelang balapan berakhir, tak bisa memacu mobilnya lagi. Mobilnya seperti kehilangan tenaga dan terpaksa diarahkan keluar lintasan dan gagal melanjutkan balapan.
[wah]