Maboek Knalpot Sydney sebagai
runner-up dan DKI Jakarta sebagai
plate winners (peringkat ketiga). Untuk penghargaan individu, I Kadek Gamantika (Udayana CC) meraih gelar Best Batting, disusul Rafky (Jabar B) yang meraih gelar Best Bowling, Mohadis (Jabar A) meraih gelar Best Fielding, dan Gafar (India) meraih The Most Notable Player.
Turnamen tahun ini merupakan Bali Six’s ke-20 yang dimulai dari tahun 1997 dan diikuti oleh enam tim internasional, tiga tim expatriat Indonesia, dan delapan tim Provinsi Indonesia tingkat Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Walaupun cricket belum terlalu dikenal di Indonesia, tapi turnamen internasional Bali Six’s yang ke-20 ini adalah bukti bahwa Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain yang sudah lebih berpengalaman dengan cricket," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP-PCI), Aziz Syamsudin.
"Bayangkan saja ini adalah Bali Six’s yang ke-20, dimulai dari tahun 1997. Tidak banyak cabang olahraga di Indonesia yang bisa mengatakan memiliki turnamen internasional berumur 20 tahun."
Delapan provinsi Indonesia mengirimkan tim-nya ke turnamen ini. Kedelapan tim tersebut turut bertanding dalam tingkat PON Indonesia ketika cricket akan dipertandingkan. Tim-tim lainnya yang berkompetisi adalah tiga tim dari Australia, dua dari India, satu tim dari Inggris, satu tim expatriat Jakarta, dan dua tim expatriat dari Bali.
"Kita berharap melalui Bali Six’s, cricket bisa menjadi cabang olahraga yang bisa dibanggakan dan dicintai masyarakat Indonesia seperti bulutangkis dan sepakbola. Apalagi ketiga cabang olahraga ini sama-sama berawal dari Inggris secara sejarah mulainya," ujar General Manager PCI, Sonny Hawoe.
Menariknya, turnamen dua hari ini langsung dilanjuti dengan Turnamen Kartini Cup di lokasi yang sama, dari tanggal 28 sampai 30 Maret. Ini merupakan Kartini Cup ke-2 yang akan diikuti oleh 10 tim perempuan. Turnamen ini sebagai upaya PCI untuk membawa cricket menjadi olahraga populer di Indonesia dan menjadi sumber pendapatan devisa negara.
"Turnamen ini menjadi latihan bagi kami dalam menyelenggarakan turnamen internasional yang lebih besar lagi nantinya sehingga bisa menjadi sumber pendapatan devisa negara," tutur Priskila Evalianitha selaku ketua Bidang Media, Humas, dan Promosi PCI.
[wid]