Kunjungan delegasi Pakistan ini dalam rangka studi banding dan penjajakan kerjasama mengenai program-program kepemudaan antara Indonesia dan Pakistan.
Makhdoom menjabat sebagai Chief Coordinator Prime Minister Youth Program Pakistan, sementara Syed Zahid Raza adalah Deputy Head of Mission untuk program kepemudaan Pakistan. "Pakistan tidak memiliki Kementerian Pemuda dan Olahraga. Urusan pemudanya ditangani langsung di tingkat provinsi," ujar Makhdoom.
"Kebijakan bidang kepemudaan di Pakistan menitikberatkan pada pendidikan maupun ekonomi kewirausahaan. Untuk menunjang program-program kepemudaan yang terkait pendidikan, para pemuda diberi bantuan laptop dan fasilitas penunjang lainnya," jelasnya.
Sementara Zahid menuturkan sejumlah wakil pemerintah Indonesia pernah berkunjung ke Pakistan. "Kedua negara sudah ada kerjasama di cabang olahraga kriket. Parlemen Indonesia juga sering datang. Ketua DPD Irman Gusman sering bekerjasama dengan kami. Beliau sering mengirimkan banyak delegasi ke Pakistan. Kita banyak kerjasama di bidang pertukaran budaya, kesepakatan ekonomi dua negara, dan banyak lainnya," kata dia.
"Kita berharap ada kerjasama tidak hanya isu pemuda, namun bisa juga soal konsultasi politik dan ekonomi. Saat ini ada perubahan ekonomi di level mikro dan marko di Pakistan. Harapannya tahun ini komunikasi kita makin aktif," tambah Zahid.
Sesmenpora Alfitra menanggapi positif paparan kedua tamunya tersebut. "Apa yang dilakukan Pakistan untuk urusan pemudanya sama dengan concern di kantor kami. Di sini program pemuda juga ada kewirausahaan pemuda dan juga terkait dunia pendidikan. Kerjasama kedua negara akan sangat penting dilakukan," ujarnya.
Gatot Dewa Broto menyatakan sangat penting untuk melanjutkan kerjasama di bidang pemuda antara Indonesia-Pakistan karena kedua negara memiliki banyak kesamaan secara agama maupun kultur. "Kita bisa mengadakan pertukaran pemuda maupun atlet olahraga kedua negara," tutur Gatot.
Menurut Juru Bicara Kemenpora ini, kedua negara sangat erat hubungannya, bahkan sejak zaman Presiden Soekarno. "Di Pakistan bahkan ada jalan yang dinamakan Jl. Soekarno. Mantan Dubes Indonesia untuk Pakistan, Burhanuddin, yang meninggal karena jatuh dari helikopter di sana, adalah tetangga saya di Yogyakarta. Burhanuddin mengatakan kepada saya bahwa dia sangat cinta dengan Pakistan dari segala sisi yang ada di sana. Bahkan ayah istri saya pun asli orang Pakistan," jelas Gatot.
Selain kerjasama pemuda, Gatot menyampaikan Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. "Dukungan Pakistan untuk kesuksesan event tersebut sangat diharapkan," tuturnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: