Jack Komboy: Persib Bandung Bisa Melanjutkan, kenapa Persipura Tidak?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 28 Mei 2015, 18:47 WIB
Jack Komboy: Persib Bandung Bisa Melanjutkan, kenapa Persipura Tidak?
rmol news logo . Ketegangan sempat terjadi dalam mediasi antara Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Arman dengan perwakilan Official Persipura Jayapura mengenai batalnya laga 16 besar AFC Cup antara tuan rumah Persipura Jayapura melawan Pahang FA (Malaysa), yang seharusnya digelar di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (26/5) kemarin.

Kejadiannya berawal saat, Media Official Persipura Jayapura, Ridwan 'Beto' Madubun menunjukkan surat pihak imigrasi bandara Soekarno-Hatta Sabtu (23/5) lalu yang tidak bisa mengeluarkan Visa bagi para pemain Pahang FA untuk dapat bertanding dilaga 16 besar AFC Cup. Dalam surat tersebut Beto, menjelaskan imigrasi meminta rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebab saat ini federasi sepakbola Indonesia (PSSI) telah dibekukan.

"Imigrasi memerlukan rekomendasi dari PSSI untuk dikeluarkannya Visa bagi pemain Malaysia, ini tanggung jawab Federasi, kalau federasi dibekukan berarti, ini tanggung jawab tim transisi bentukan Kemenpora. Permasalahan ini harusnya tanggungjawab dari Kemenpora yang membekukan PSSI," kesal Beto saat proses mediasi berlangsung di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (28/5)

Salah satu perwakilan Persipura yang juga mantan pemain persipura Jack Komboy mengatakan masyarakat Papua butuh klarifikasi atas pembatalan pertandingan Persipura dengan Pahang FA. Lanjut Jack Komboy, masyarakat Papua menilai ada sebuah diskriminasi yang dilakukan BOPI terhadap Persipura. Sebab Persib Bandung bisa melaksanakan pertandingan babak 16 besar AFC melawan Kitchee FC (Hongkong) sementara persipura tidak.

"Persib bandung bisa melanjutkan pertandingan dan Persipura tidak bisa melanjutkan pertandingan, padahal kita sama-sama klub yang sama di Indonesia. Kalau muncul bahasa diskriminasi, itulah penilaian masyarakat kita, yang terjadi situasinya seperti itu. Jadi silakan memberikan penjelasan tersebut kepada kami," ujar Jack Komboy.

Kasus batal tanding ini bermula gagal keluarnya visa empat pemain asing Pahang FA, yakni Dickson Nwakaeme (Nigeria), Zesh Rehman (Pakistan), Domion Delano (Jamaica). Sementara untuk Matias Ruben (Argentina) bisa mendapat visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

Sebelumnya, Ketua BOPI, Noor Arman menjelaskan Negara asal Ruben merupakan salah satu dari 64 negara yang bisa menerima Visa on Arrival (VoA), yakni dokumen izin masuk seseorang yang bisa diperoleh di negara tujuan, langsung di perbatasan negara atau bandara. Sebaliknya, Nwakaeme, Rehman, dan Delano mesti mendapat Calling Visa karena negara tersebut dalam kondisi atau keadaan yang dinilai mempunyai tingkat kerawanan tertentu. Ketiganya harus melalui proses panjang seperti meminta rekomendasi dari kedutaan masing-masing negara di Indonesia.

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA