The Doctor akan menjadiÂkan prestasi ini sebagai menÂjadi modal utama di Sirkuit Mugello, 31 Mei mendatang.
Rossi membuntuti rekan setimnya, Jorge Lorenzo yang berada di posisi pertama. The Doctor menorehkan waktu 43 menit 47.963 detik. Atau selisih 3.820 detik. "Mugello menjadi lintasan favorit Jorge Lorenzo. Kami sudah meraih hasil yang bagus pada balapan sebelumnya. Kami harap bisa melakukan hal serupa saat di Mugello," ujar Rossi dikutip
Crash.
Berkat kegemilangan dua pebalapnya itu, Yamaha kini memimpin klasemen kelas konstruktor. Untuk sementara mereka memiliki 116 poin, unÂggul 30 angka dari Ducati yang menjadi pesaing terdekatnya.
Sementara pada klasemen pebalap, Rossi masih kokoh di posisi teratas. Dia mengoleksi 102 poin, unggul 15 angka dari Lorenzo yang bertengger di tempat kedua.
Kesuksesan duo pebalap Yamaha Movistar itu membuat nyali Marc Marquez menciut. Rider berjuluk
Baby Alien itu mengaku gagal meraih gara-gara
swing-arm yang menempel di kuda besinya kurang maksimal.
Marquez yang memulai balaÂpan dari posisi paling depan terÂlihat kesulitan beradaptasi denÂgan perangkat anyar
swing-arm di motornya, Honda RC213V telah dipasang sejak balapan di Jerez, dan terus disempurnakan sampai balapan di Prancis. Tapi sayang, teknologi tersebut justru membawa petaka.
Kecepatan kuda besi Marquez semakin kendor, dan itu sangat terasa saat di lima lap pertama. Dia tercecer dari posisi terdepan hingga ke urutan enam. Marquez sempat berusaha kembali ke deÂpan. Namun pada kenyataannya dia hanya finish di posisi empat setelah berduel dengan joki Ducati, Andrea Iannone. "Kami menguji teknologi swing-arm untuk menambah kecepatan motor, tetapi malah tertinggal," kata Marquez.
Pihak Honda sampai kini beÂlum mengonfirmasi apakah akan terus menggunakan
swing-arm anyar RC213V pada balapan di Sirkuit Mugello, Italia. ***
BERITA TERKAIT: