Giliran Perseteruan Organisasi Berkuda Diselesaikan Menpora

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 13 April 2015, 21:45 WIB
Giliran Perseteruan Organisasi Berkuda Diselesaikan Menpora
rmol news logo Tidak sedikit organisasi olahraga pecah warisan masa lalu. Kali ini Menpora Imam Nahrawi ingin perselisihan berkepanjangan di komunitas olahraga berkuda antara Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) dengan Equstrian Federation of Indonesia (EFI) berakhir. Untuk itu, Cak Imam meminta dicarikan waktu mempertemukan kedua belah pihak berseteru dan mencari penyelesaian.

Tidak hanya cabor equstrian, Menpora bakal mengurai dan mencari penyelesaikan atas konflik lama yang terjadi pada sejumlah cabang olahraga. "Sebelum Munas Pordasi harus sudah dijadwalkan bertemu (Menpora bersama Pordasi dan EFI). Sebab banyak sekali yang harus diurus. Satu per satu cabor yang berkonflik nanti kita urai," kata Menpora saat menerima Ketua Umum PP Pordasi, M Chaidir Saddak dan Wakil Sekretaris Umum Wijaya Noeradi di Kantor Kemenpora Jakarta, Senin (23/4).

Selain menceritakan masalah Pordasi, kedatangan pengurus Pordasi juga mengundang Menpora untuk hadir
dalam pertandingan Minang Derby di Pulo Mas Jakarta, 5 Mei 2015. Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terahir, PP Pordasi berseteru dengan EFI karena kedua organisasi yang telah sah menjadi anggota KONI ini sama-sama memainkan peran pembinaan olahraga equstrian.

Pordasi merupakan induk olahraga berkuda yang berdiri sudah lama, 1966. Sedangkan EFI baru disahkan masuk anggota KONI pada 2013. Pengurus EFI merupakan orang-orang yang semula duduk di Komisi Equstrian Pordasi namun memilih memisahkan diri dengan alasan olahraga equstrian memiliki federasi internasional sendiri, terpisah dari olahraga berkuda pacuan dan polo. Namun, Pordasi menganggap aksi tersebut sebagai gerakan separatis ilegal karena tidak dibahas lewat Munas.

Yang pasti, perseteruan yang bergulir sejak 2009 tersebut jelas telah berimbas pada pembinaan olahraga equstrian nasional karena masing-masing kubu memiliki atlet dan kuda pada olahraga ketangkasan menunggang kuda tersebut.

"Polo dan pacuan (dua sub olahraga di bawah Pordasi) tidak ada soal. Hanya untuk equestrian saja," jelas Chaidir Saddak.

Pordasi sendiri akan menggelar Munas pada tahun ini. "Bisa tidak munas menyelesaikan konflik?" sergap Menpora kepada pengurus PP Pordasi.

Saddak menjelaskan jika equestrian ingin berpisah dari Pordasi, maka harus lewat Munas. "Klub-klub equestrian harus hadir dan diputuskan di Munas. Maka masalahnya akan selesai," terangnya.

Demi menyelesaikan kisruh antara Pordasi dan EFI ini, Menpora langsung meminta dicarikan waktu  mempertemukan kedua kubu. Permasalahan ini tentu harus ditelaah secara kompehensif dan mengajak kedua belah pihak duduk bersama. Kemudian mencari solusi terbaik demi pembinaan olahraga equestrian Tanah Air. Semua pengurus cabang olahraga harus mengedapkan kebersamaan dan kepentingan nasional. Jika pengurus terus ribut yang kasihan ya atletnya," pungkasnya.


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA