"Secara konsisten dan profesional, Equinara terus mengembangkan kemampuan atlet berkuda binaannya baik penunggang maupun kuda dengan berbagai pelatihan dan kompetisi demi membawa harum nama bangsa di kancah internasional," kata pembina Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita di Jakarta
Menurut dia, selama ini Equinara dikenal sebagai klub berkuda yang memiliki prestasi membanggakan. "Pada SEA Games 2011, kuda milik Equinara, Zandor, dan penunggangnya, Ferry Wahyu sukses merebut satu emas dan satu perunggu di nomor lompat rintangan," katanya.
Pada tahun berikutnya, kata Yuanita, Wahyu kembali memenangkan South East Asia League World Cup Show Jumping Qualifiers yang dilangsungkan bersamaan dengan Piala Menpora 2012. Ia menjelaskan, kejuaraan Piala Menpora 2012 pertandingan yang digelar Equinara bersamaan dengan dilakukannya pemberian beasiswa dana pembinaan untuk atlet berprestasi yang dinamakan Equinara Awards.
Kemudian, kata Adinda, pada 2013, Wahyu kembali memenangi emas SEA Games Myanmar di nomor dressage beregu ditambah meraih perunggu individu. "Tak hanya sampai di situ, dia secara konsisten menjadi bagian dari tim berkuda untuk Asian Games 2014 di Incheon dan SEA Games 2015 di Singapura," tuturnya.
Klub Equinara berharap Kemenpora membantu mencarikan solusi soal aturan karantina selama enam bulan bagi kuda yang akan berlaga di SEA Games Singapura, 5-16 Juni mendatang.
Menurut Adinda, proses karantina yang cukup panjang sangat membebani mereka. Pasalnya, kuda yang akan ditunggangi salah satu atlet mereka, Ferry Wahyu menggunakan kuda dari Jerman.
"Tentunya kebijakan ini membebani kami. Kami juga berharap support dari pemerintah khususnya Kemenpora mengenai hal ini," papar Adinda
.[wid]