Begitu dikemukakan salah seorang panitia penyelenggara Tan Taufik Lubis di Jakarta. "Dari 43 negara, perwakilan pemuda dari Asia Tenggara paling lengkap. Sementara negara-negara dari Asia lainnya dan dari Afrika hingga kini baru 21 negara," kata Tan.
Tan Taufik yang juga menjabat sebagai Presiden Organisasi Konferensi Islam Pemuda Indonesia itu, menyatakan, penambahan kata "Plus" dalam Konferensi Pemuda Asia Afrika itu karena mereka juga mengundang peserta lain di luar Asia dan Afrika.
"Pada kesempatan ini, kami juga mengundang perwakilan pemuda-pemuda dari luar Asia dan Afrika. Mereka berasal dari Eropa, Amerika dan Australia," katanya.
Dalam konferensi tersebut, akan digelar seminar dan diskusi yang mengangkat masalah terkini di dunia, termasuk pergelaran budaya dari seluruh peserta. "Jadi bukan hanya budaya nasional yang akan ditampilkan. Akan tetapi seluruh peserta juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya mereka," kata Tan.
Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus tersebut akan digelar di kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka.
Pada kesempatan yang sama, Deputi I Kemenpora Bidang Pemberdayaan Pemuda, Dr. Yuni Poerwanti, M.Pd menjelaskan bahwa Kemenpora sebagai wakil pemerintah yang menaungi kaum muda Indonesia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab sesuai diamanatkan oleh UU 40/2009 tentang Kepemudaan, turut terlibat dalam pelayanan kepemudaan.
"Melalui acara ini, setidaknya Kemenpora telah memfasilitasi penyiapan pemuda kader pada tataran nasional dan global termasuk kawasan Asia-Afrika," ujar Yuni.
[wid]
BERITA TERKAIT: