Deputi II Menpora Minta Peserta PSP3 Jangan Cepat Mengeluh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 20 Januari 2015, 16:14 WIB
rmol news logo Memasuki tahun 2015,  peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) telah mencapai 1.418 sarjana. Mereka tersebar di 132 Kabupaten, 250 Kecamatan dan 791 desa di seluruh provinsi di Indonesia. 

Sebagaimana diketahui, PSP3 adalah program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, khususnya Asisten Deputi Kepeloporan  Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda. Program ini telah berlangsung sejak tahun 1989 yang sebelumnya dengan nama Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (SP3). Pada tahun 2010 mengalami revitalisasi dan berganti nama menjadi PSP3.

"Penambahan kata pemuda ini sesuai dengan UU 40/2009, karena yang menjadi sasaran utama dalam program pembangunan kepemudaan adalah para pemuda," kata Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Sakhyan Asmara di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Sakhyan menjelaskan, fokus peserta PSP3 ini para pemuda bergelar sarjana, berusia maksimal 26 tahun, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pelaksanaan program berdurasi dua tahun. Khusus peserta PSP3 Angkatan 23 Tahun 2013 yang berjumlah 624 pemuda sarjana, pada tahun 2015 ini berarti telah memasuki tahun kedua.

Sesuai dengan Buku Pedoman dan Petunjuk Teknis, jelas Sakhyan, pada masa sekarang ini bagi peserta PSP3 angkatan 23 merupakan masa puncak setelah lebih dari satu tahun menjalani proses asimilasi, sosialisasi, pemetaan dan implementasi potensi menuju kemandirian.

"Saatnya sekarang bagi angkatan 23 untuk menunjukkan prestasi dan progres kemandirian dari pelaksanaan program ini, setelah selama lebih satu tahun pemerintah telah memberikan biaya hidup dan dukungan rintisan permodalan," urai Sakhyan.

Biaya hidup itu dapat digunakan untuk mengaplikasikan pelbagai potensi yang dimiliki oleh para pemuda sarjana sesuai dengan karakteristik desa penempatan masing-masing.

"Misalnya dalam bentuk usaha pertanian, usaha perikanan, industri kecil atau rumah tangga, pelbagai usaha kerajinan yang berpotensi ekonomi dan aktivitas usaha lainnya yang diharapkan memiliki prospek dalam membangun kemandirian pemuda," paparnya.

Selain itu, masih kata Sakhyan, dengan kadar intelektual yang dimiliki para peserta sebagai sarjana, tentu dapat memberikan kontribusi dalam percepatan pembangunan di perdesaan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkaya pengalaman dan mematangkan diri dalam merajut kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat.

"Sedangkan bagi para peserta angkatan 24 Tahun 2014, yang saat ini sudah berakhir masa adaptasi, kemudian masuk kepada masa permulaan untuk implementasi potensi, maka dengan biaya hidup dan modal rintisan tahap pertama yang telah diberikan oleh pemerintah, diharapkan para peserta sudah dapat mulai merintis usaha yang akan ditekuninya," ujarnya.

Selanjutnya Sakhyan menjelaskan terkait dengan pencairan biaya hidup untuk bulan Januari 2015 yang pasti akan mengalami keterlambatan berhubung mekanisme anggaran pemerintah yang belum bisa melakukan pencairan pada bulan ini. Ia pun mengharapkan para peserta PSP3 tidak perlu cepat mengeluh dan bergantung kepada biaya hidup tersebut. Namun bisa melakukan antisipasi dengan mengoptimalkan perencanaan usaha (business plan) yang dibuat atau direncanakan.

Dengan perencanaan usaha tersebut, para peserta dapat mengajukan pinjaman kepada Bank Pembangunan Daerah setempat.

"Sesuai dengan hasil diskusi yang kami lakukan dengan direktur Eksekutif Asosiasi Bank Daerah (Asabanda) Bapak Nazwar Nasir, bahwa hal itu dimungkinkan untuk dilaksanakan. Apalagi Menpora telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Asbanda," jelas Sakhyan.

MoU antara Asbanda dan Menpora ini pun sudah ditindaklanjuti dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI dengan para Direktur Utama BPD masing-masing Provinsi. Karena itulah, melalui perencanaan usaha yang layak apalagi dengan adanya MoU dan PKS tersebut, dapat dipastikan bahwa para peserta PSP3 tidak akan terabaikan dengan keterlambatan pengiriman biaya hidup.[wid]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA