Pemain peranakan Korea dan Amerika Serikat ini menikmati musim yang luar biasa setelah sukses memenangkan Omega European Master di Swiss pada bulan September lalu dan semakin memenuhi keinginannya untuk mengejar gelar di Asia.
"Saya banyak memenangkan gelar pada tahun ini dan menikmati setiap hasil yang didapat sehingga memenuhi ekspektasi yang saya targetkan, tetapi saya tetap ingin memenangkan Asian Tour Order of Merit. Kita tidak boleh cepat berpuas diri terhadap hasil yang didapatkan, kita harus tetap berusaha dan bekerja keras untuk diri sendiri, ujar Lipsky.
Dengan sisa tiga turnamen di tahun 2014 dalam Asian Tour musim ini, Lipsky akan memimpin perebutan di turnamen yang berhadiah total US$ 750.000 yang digelar pada akhir minggu ini di Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk.
Setelah berhasil mengumpulkan US$ 682.610 pada tahun ini, Lipsky akan menemui persaingan yang ketat dari Anirban Lahiri asal India yang hanya berselisih US$ 118.256. Lipsky yang kini berumur 26 tahun percaya bahwa dia akan bermain baik pada turnamen kali ini.
"Saya percaya akan sebuah proses yang sedang dijalani untuk dapat bermain lebih baik di tiap minggunya dan terus menjaga kondisi emosional. Secara mental saya merasa lelah tetapi saya sudah mengambil liburan selama satu minggu dan merasa jauh lebih baik. Menjauh dari golf ternyata menyenangkan," ujar Lipsky.
"Saya bermain cukup baik pada tahun lalu dan memiliki kenangan indah di sini. Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk course adalah lapangan yang luar biasa dan saya menantikan untuk bermain di sini. Sejujurnya saya sangat menyukai lapangan ini dengan banyaknya tantangan yang ada di lapangan ini, bola harus tetap berada di lapangan,†ujar Lipsky yang finish ke-17 pada tahun lalu.
Padraig Harrington pemenang Major Champion tiga kali dari Irlandia, Juara bertahan Gaganjeet Bhullar, Prom Meesawat dari Thailand dan Mardan Mamat dari Singapura juga akan tampil pada kejuaraan ini.
Jazz Janewattananond dari Thailand, Miguel Tabuena dari Filipina, dan Mithun Perera dari Sri Lanka juga mengejar kemenangan pertama mereka di Asian Tour.
Kembalinya Jazz Janewattananond ke Bank BRI Indonesia Open membangkitkan kembali memorinya pada turnamen tahun lalu di mana dia sempat memimpin pada putaran terakhir sebelum pada akhirnya finish di urutan ke-enam.
"Saya sempat memimpin setelah berakhirnya putaran ketiga dan di hari terakhir, itu adalah kali pertama saya berada di rombongan terakhir di Asian Tour. Pengalaman yang lalu telah memberikan saya banyak kemajuan. Apabila saya memiliki kesempatan lagi untuk dapat memimpin dalam turnamen ini, maka saya akan melakukan hal yang lebih baik dari yang lalu," ujar pemain Thailand berumur 19 tahun ini.
Setelah mengambil liburan selama satu pekan, Miguel Tabuena yang kini berumur 20 tahun, berharap dapat mengatasi kendala angin yang berputar di lapangan dan berharap meraih gelar di Bank BRI Indonesia Open 2014.
"Kondisi lapangan pada hari Selasa lalu cukup mudah, tetapi pada hari Kamis ini sangat berbeda. Faktor angin akan menjadi pembeda pada turnamen tahun ini. Lapangan ini memiliki banyak rintangan. Apabila terjebak maka sangat sulit menemui fairway. Tetapi sepenuhnya akan tergantung dari putting,†ujar Tabuena.
"Kondisi lapangan pada hari Selasa lalu cukup mudah, tetapi pada hari Kamis ini sangat berbeda. Faktor angin akan menjadi pembeda pada turnamen tahun ini. Akan sangat sulit menemui faiway jika terjebak pada rintangan yang dimiliki di sini. Tetapi sepenuhnya akan tergantung dari putting," ujar Tabuena.
Setelah kalah dalam Panasonic Open India bulan lalu, Parera yang adalah anak dari Nandasena, pemain legendaris Asian circuit antara tahun 1980-1990, percaya bahwa akan menjadi penantang serius dalam turnamen kali ini.
"Saya percaya bahwa semua orang punya kesempatan yang sama untuk menang. Tidak masalah apabila menjadi pemukul yang jauh atau dekat selama pukulannya baik. Permainan saya sedang berjalan dengan baik dan ketika itu semua berjalan dengan baik maka siapapun tidak ada yang dapat menghentikan saya," ujar Perera.
[ald]
BERITA TERKAIT: