Di partai final yang berlangÂsung di Court 1, Gyeyang GymÂnaÂsium, kemarin, Owi/Butet yang duduk di peringkat empat berjibaku menghadapi lawannya yang merupakan juara dunia 2014, dan peraih emas OlimpiaÂde London 2012.
Zhang/Zhao lolos ke final bulutangkis Asian Games 2014 setelah menundukkan pasangan non unggulan asal Indonesia PraÂveen Jordan/Debby Susanto. MesÂki melakukan perlawanan keÂras pada game pertama, PraÂveen/Debby akhirnya takluk deÂngan skor 19-21, 17-21dalam wakÂtu 48 menit.
Kendati kalah, secara head-to-head, kedua pasangan itu tidak terlalu timpang. Dalam sepuluh pertemuan sebelum partai final ganda campuran Asian Games 2014, kemarin, kedua pasangan berbagi kemenangan sama kuat 5-5. Pertemuan terakhir terjadi pada partai final All England 2014. KeÂtika itu Owi/Butet meÂnang meyaÂkinkan 21-13, 21-17. TenÂtunya, hasil kemenangan Zhang/Zhao atas Owi/Butet keÂmarin menguÂbah rekor kedua paÂsangan menjadi 6-5 untuk doÂmiÂnasi Tiongkok.
Kontingen Indonesia memang menargetkan emas dari Owi/Butet, sayangnya pasangan ganÂda campuran itu gagal mencapaiÂnya. “Terima kasih untuk semuaÂnya termasuk Gresya/Nitya, HenÂÂdra/Ahsan, Butet/Owi, PraÂveen/Debby, dll. Luar biasa upaÂyanya†tulis Ketua PBSI, Gita WirÂjawan dalam akun twitter priÂÂbaÂdinya, kemarin. ***
BERITA TERKAIT: