Atlet Ternama Sumbang Koleksi Prestasi ke Museum Olahraga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 21 September 2014, 23:43 WIB
Atlet Ternama Sumbang Koleksi Prestasi ke Museum Olahraga
museum olahraga/net
rmol news logo Sejumlah atlet papan atas nasional yang berprestasi di kancah internasional telah menyerahkan koleksi prestasi mereka ke Museum Olahraga Nasional yang berlokasi di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Beberapa atlet nasional populer yang ikut ambil bagian pada penyerahan ini antara lain mantan juara dunia tinju Chris John, legenda hidup catur Indonesia Utut Adianto, petenis meja era 90-an Rossy Pratiwi, sprinter pemegang rekor Asia Tenggara Suryo Agung, atlet bridge Hengky Lasut, mantan pegulat Perry Pantaouw hingga atlet beprestasi yang saat ini masih berkiprah seperti petinju Daud Yordan dan pebalap sepeda Risa Suseanty.

Sedangkan koleksi prestasi yang diserahkan ke Museum Olahraga berupa medali emas di berbagai kejuaraan, cindramata, piagam, sabuk juara, sertifikat dan berbagai perlengkapan olahraga.

"Pengambilan koleksi atlet tersebut kami lakukan sepanjang Juli hingga Agustus tahun ini ke berbagai daerah tempat tinggal mantan atlet dan atlet yang bersangkutan saat ini berdomisili,” ujar Kepala Museum Olahraga Nasional, Een Ermawati di Jakarta, Minggu (21/9).

Tahun ini, sebanyak 30 atlet berprestasi yang menyerahkan benda koleksinya untuk dirawat dan dipajang di Museum Olahraga. Mereka berasal dari delapan provinsi. Sumbangan dari para atlet tersebut menjadikan koleksi museum yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga ini terus bertambah dan beragam.

“Banyak atlet yang mau menyerahkan bendanya ke Museum Olahraga karena bisa terawat dan dipajang untuk memberikan inspirasi kepada pengunjung khususnya generasi muda. Namun setiap tahun pengambilannya kita batasi karena keterbatasan anggaran dan sumber daya,” tambah Kasie TU Museum Olahraga, Marno.

Museum Olahraga yang terletak di depan Museum Keong Mas TMII diresmikan pertama kali pada 20 April 1989. Museum buah gagasan Sultan Hamengkubuwono ke-IX ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan luas bangunan 3.000 meter persegi. Bentuk bangunannya dibuat unik dan menarik menyerupai bola raksasa yang terdiri dari 3 lantai, mirip dengan museum International Olympic Committee (IOC) di Lusanne, Swiss. [ian]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA