Menurutnya, tak ada salahnya bila pemerintah menjalin kerjasama lebih serius dengan pihak swasta dalam mencari bibit dan melakukan pembinaan atlet.
Peraih medali emas olimpiade 1992 ini punya harapan agar pemerintahan kabinet Jokowi-JK mampu memilih Menteri Pemuda dan Olahraga terbaik yang bisa melahirkan para jawara baru di dunia olahraga, khususnya di cabang bulutangkis.
“Prihatin sekali melihat prestasi Indonesia. Untungnya masih bisa bertahan. Kalau nggak ada swasta bisa dibayangkan bagaimana nasibnya,†katanya kepada
Rakyat Merdeka saat ditemui di PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, belum lama ini.
Menpora baru nanti harus memahami realita, peduli terhadap olahraga Indonesia. Jangan kalah saing dengan pihak swasta yang malah lebih serius memburu bibit unggul.
Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996 ini juga menyarankan, selain bekerja sama dengan swasta, Menpora baru nanti perlu juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyalurkan bakat para pelajar ke olahraga.
“Dari pada tawuran di jalan karena banyak waktu luang ya saya pikir orang tua pasti senang kalau anaknya aktif di badminton terus dapat beasiswa.†***
BERITA TERKAIT: