Owi/Butet Optimis Sabet Medali Emas

Asian Games 2014

Jumat, 08 Agustus 2014, 09:30 WIB
Owi/Butet Optimis Sabet Medali Emas
Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad
rmol news logo Pasangan ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad menargetkan menggondol medali emas pada pada event Asian Games 2014 di Korea Selatan.

Liliyana yang ditemui di Plaza FX, kawasan Senayan Jakarta mengaku sudah tak sabar ingin bertanding pada perhelatan olahraga terbesar di Asia itu.

Pebulutangkis putri itu nampak optimis. Dengan gayanya yang ceplas-ceplos dia ungkapkan targetnya di Asian Games.

“Kalau target ya sudah pasti menang terus dapat medali emas,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka.

Pebulutangkis yang akrab disapa Butet ini menjelaskan peta kekuatan lawan yang nantinya sampai pada final. Dia memprediksi yang bakal menjadi lawan utamanya adalah pasangan Cina.

“Yang gua perkirakan kemungkinan besar di final itu lawan dari China, Chen Xu/Jin Ma. Itu juga kalau Cina nggak nurunin pemain mudanya ya. Tapi pasti optimislah.”

Butet begitu yakin mampu menggilas lawan-lawannya sampai putaran final karena berbekal pengalaman. Berbagai level pertandingan terberat pernah dilaluinya, karenanya dia sangat optimis bisa meraih emas.

“Asian games ini gua merasa gemas. All England atau event lainnya bisa menang. Artinya, kejuaraan dunia saja yang sampai Eropa kita bisa menang, masak ini gak bisa.”

Perempuan berambut bondol ini sudah menasir seberapa kekuatan calon lawannya di Asian Games nanti. “Kalau dilihat dari kekuatan pemain tentu lebih ringan, karena di Asian Games kan lingkupnya bukan seluruh dunia. Eropa juga enggak ada. Jadi ya saya gemas juga mau langsung main.”

Meski sangat percaya diri, Butet mengaku masih ada kekurangan yang sampai saat ini masih mengganjal. Dia mengaku kurang konsentrasi dalam berlaga.

“Kita memang harus lebih tenang. Owi juga jujur kurang fokus. Itukan dari masing-masing nggak bisa diajarin. Mungkin harus saling mengingatkan. Gua ingatkan Owi dan sebaliknya. Lalu juga cek kesehatannya kan kalau sakit itu pengaruh juga sama fokus kita. Dari latihannya juga harus lebih baik, ya persiapan harus maksimal. Kesempatan Asian Games cuma empat tahun sekali,”
Disinggung tentang ajang BWF, Butet mengaku tak kecewa gagal tampil. Seperti diketahui absennya ganda campuran terbaik garuda ini tidak beraksi di pertarungan kelas dunia itu karena kondisi Owi yang belum pulih dari cidera saat latihan untuk Australia Open 2014 pada Juni lalu.

“Tahun lalu gua juara bertahan, tapi sekarang gua nggak ikut BWF, ya mau gimana lagi keadaan nggak memungkinkan.”

Hal senada diungkapkan Owi. “Kondisi kaki tidak memungkinkan untuk ikut tanding di World Championships, apalagi jarak turnamennya berdekatan sama Asian Games. Jadi, saya memutuskan untuk fokus ke Asian Games 2014,” katanya. ***
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA