Ahok Curiga Tukang Loper Koran Dicatut Jadi Petugas Kebersihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 16 Mei 2014, 19:57 WIB
Ahok Curiga Tukang Loper Koran Dicatut Jadi Petugas Kebersihan
basuki t purnama/net
rmol news logo Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangsi Kepala Dinas Kebersihan Saptastri Edningtyas bisa memenuhi tenggat waktu yang diberikan untuk segera melaporkan data petugas kebersihan di bawah instansinya.

"Saya kasih waktu dua minggu. Sekarang sudah satu minggu berlalu. Nggak tahu deh minggu depan bisa apa nggak tuh datanya siap," kata Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).
 
Jika dibandingkan data sebelumnya, ia curiga Dinas Kebersihan seperti kehabisan akal ketika tahu selama ini data yang digunakan adalah fiktif sehingga mencari nama-nama orang lain. Akibatnya, jumlah petugas kebersihan yang terdata membludak jadi 10.721 orang.

"Saya curiga saja, kenapa tiba-tiba jumlah petugas kebersihan nambah banyak. Padahal satgas air dan satgas Pekerjaan Umum (PU) belum kasih nama ke saya. Dinsih (Dinas Kebersihan) sudah berusaha membuat, tapi saking pengen berusahanya, dia minta semua sudin, kasi kecamatan merekrut gila-gilaan," ungkapnya.

Bahkan bisa jadi, kata Ahok lagi, Dinas Kebersihan mencatut nama tukang loper koran dan pemulung untuk dimasukkan data petugas kebersihan.

"Jadi namanya saja dimasukkan, terus dibilang kamu nggak usah kerja, tapi kami numpang nama kamu. Nanti kamu separuhnya dapat uangnya. Kamu mau dong, kamu nggak usah kerja, Cuma numpang nama kami, kamu dapat setengah, seperempat atau 10 persen juga mau," tudingnya.[wid]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA