"Sebenernya sih saya nggak marahin dia (bu tyas) saya marahin si Made (Kepala Bidang Pengendalian Sampah Pemprov DKI) yang nyewa-nyewain truk itu yang melarang orang rit yang swasta nggak boleh satu rit," ungkap Ahok, sapaan mantan anggota DPR itu kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (9/5).
"Kita kekurangan truk, sampah truk, sampah numpuk atau sewa truk sembarangan kamu bisa itung nggak? Kan konyol tuh, saya nggak mau lagi pake sistem hitungan absen, saya maunya per wilayah, berapa lama?," lanjutnya dengan nada emosi.
Ahok juga bilang Saptatri sudah bersedia dalam waktu tiga hari akan memperbaiki laporan daftar nama pegawai honorer Dinas Kebersihan DKI yang dikritisinya karena ditulis tangan. Hanya saja, Made minta tambahan waktu dua minggu.
"Kita tungguin dua minggu. Disini itu mesti sabar banget tau nggak," ucapnya satir.
Ahok menuding Made dan jajarannya sengaja mempersulit proses perhitungan jumlah pegawai honorer di dinasnya.
"Bisa juga dia (kadis kebersihan DKI) ditipu dari anak buahnya. Kebersihan kan udah satu geng lama nih, ternyata susah diharapin orang dalem untuk berani ngelawan semua. Dia kan mau dikadalin, ditanya-tanyain tulis tangan," jelasnya.
[wid]
BACA JUGA: