"Ini dulu namanya Kapuk Teko, berubah jadi Kampung Apung setelah dilanda banjir. Luas tanah ini kan hampir 1,4 hektar, di mana sebagian ini terdapat areal pemakaman," jelas Lurah Kapuk Risan, Selasa(8/4).
Menurut Lurah Risan, setelah nanti airnya dikeringkan, seluruh makam yang ada di Kampung berpenghuni 248 itu selanjutnya direlokasi. Ia merinci ada 3.487 makam dengan luasan pemakaman 13.947 meter kubik.
"Kita kumpulkan ahli waris, akan kita pindahkan makam tersebut ke TPU Tegal Alur. Ini kan yang dikerjakan tahap pendek, di mana warga intinya meminta dikeringkan dulu. Kalau jangka panjangnya warga minta dibangunkan fasilitas umum seperti sekolah," papar Lurah.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Jiih berharap Pemprov DKI segera membangun fasilitas umum setelah air yang merendam Kampung Apung dikeringkan.
"Saya berterima kasih sudah mulai dilakukan pengeringan airnya. Ke depannya kami selaku warga berharap kepada pemerintah untuk membangun gedung sekolah SMA dan Puskesmas karena yang ada lokasinya terlalu jauh," pintanya.
Risan menambahkan, permintaan ini telah disampaikan pula dalam rapat tingkat kota di mana perwakilan warga turut diundang.
"Mereka (perwakilan warga) ingin dibangun gedung sekolah karena tidak sarana gedung sekolah diwilayah Kampung Apung. Sedangkan pemerintah rencananya akan membangun rusun, serta sebagian permukiman warga akan terkena pelebaran jalan," kata Risan.
[wid]
BACA JUGA: