Hasil buruk Pacers itu justru terÂjadi saat menjamu Spurs di staÂdion Bankers Life Fieldhouse, di kota Indianapolis kemarin. Guard asal Prancis, Tony Parker sukses membawa timnya meneÂkuk tuan rumah dengan skor 103-77.
Dominasi Spurs telah terlihat sejak pertandingan baru dimulai. Di kuarter pertama, tim tuan ruÂmah dipaksa bermain cepat unÂtuk mengimbangi umpan-umpan akurat Tony Parker dan forward lincah, Boris Diaw. SeÂseÂkali peÂmain Pacers terjatuh saat beruÂsaÂha melakukan blocking.
Hingga berakhirnya kuarter kedua, Pacers tertinggal lebih daÂri 30 poin. Tim tuan rumah juga kesulitan mengantisipasi pergeÂrakan cepat yang dilakukan ParÂker dan Diaw.
Saat laga tinggal menyisakan waktu 33 detik, selisih angka teÂlah mencapai lebih dari 25 poÂin. Pacers berusaha bangkit deÂngan mencetak dua kali lempaÂran tiga angka melalui forward meÂreka, David West.
Tapi Tim DuÂcan memÂbalasnya dengan lay up yang sempurna sekaligus meÂngÂunci kemenangan atas tuan rumah.
Kemenangan ke-18 beruntun ini menjadi rekor baru Spurs daÂlam sejarah NBA sekaligus memÂberikan kekalahan kandang terbuÂruk Pacers pada musim ini.
“Rentetan kemenangan yang luar biasa. Mudah-mudahan kaÂmi bisa bermain di playoff dengÂan keÂpercayaan diri seperti sekaÂrang,†kata Tim Duncan dikutip
ESPN.Sedangkan kekalahan Pacers atas Spurs bukan saja membuat posisinya digusur Miami Heat, melainkan juga menurunkan mental punggawa tim besutan Frank Vogel itu terganggu di sisa kompetisi NBA musim ini.
Selepas pertandingan, forward Pacers, Roy Hibbert, mengaku, timnya dalam kondisi sulit kareÂna tergelincir dari puncak klaseÂmen Wilayah Timur.
“Sungguh mengerikan. Kami sudah berada dalam posisi sulit dan kehilangan kekomÂpaÂkan tim. Kami punya banyak pemain bagus serta pelatih dan manajemen yang bagus, tetapi saÂya tetap tidak tahu,†kata HibÂbert dikutip
Sports Mole.Pemain berusia 27 tahun itu, sempat melontarkan kritik dengÂan mengatakan, timnya perlu diÂterapi seorang psikiater, demi meÂÂngembalikan performa terÂbaik. Hibbert juga sempat meÂnyarankan memanggil dokÂter psikolog tim yaitu Dr Chriss Carr.
“Mungkin kita seÂmua harus pergi terapi dan berteÂmu Dr Carr untuk mengatasi maÂsalah kami.â€
Sedangkan sang pemuncak Wilayah Timur, Miami Heat beÂgitu perkasanya melumat ToronÂto Raptors 93-83 meski ditingÂgalÂkan tiga pemain utamanya, DwyaÂne Wade, Greg Oden, dan Ray Allen.
Lagi-lagi LeBron James menÂjadi pahlawan bagi Heat dengan mencetak poin tertinggi, yaitu 32 angka, delapan assist, dan tujuh rebound dan membawa timnya kelÂuar sebagai juara. Chris Bosh juga menyumbangkan 18 poin untuk Heat. Di kubu Raptors, Greivis Vasquez menjadi pemain yang meraih skor tertinggi deÂngan 17 poin.
Kemenangan ini menjadi bukÂti, bahwa Heat tetap sanggup berÂmain baik di posisi vital saat ditinggalkan pemain utama. “KaÂÂmi sudah tahu kalau bisa memunÂcaki klasemen. Namun, saya engÂgan membicarakannya,†kata Erik Spoelstra.
Spoelstra justru lebih mengÂkhaÂwatirkan anak asuhnya yang sedang berada dalam kondisi cidera, mengingat babak playÂoffs akan segera bergulir kurang dari tiga pekan lagi. ***
BERITA TERKAIT: