Heat Gusur Spurs

Klasemen Wilayah Timur

Kamis, 03 April 2014, 09:26 WIB
Heat Gusur Spurs
Tony Parker
rmol news logo Kekalahan Indiana Pacers atas San Antonio Spurs membuat posisinya di puncak klasemen Wilayah Timur tergusur Miami Heat yang sukses menaklukkan Toronto Raptors.

Hasil buruk Pacers itu justru ter­jadi saat menjamu Spurs di sta­dion Bankers Life Fieldhouse, di kota Indianapolis kemarin. Guard asal Prancis, Tony Parker sukses membawa timnya mene­kuk tuan rumah dengan skor 103-77.

Dominasi Spurs telah terlihat sejak pertandingan baru dimulai. Di kuarter pertama, tim tuan ru­mah dipaksa bermain cepat un­tuk mengimbangi umpan-umpan akurat Tony Parker dan forward lincah, Boris Diaw. Se­se­kali pe­main Pacers terjatuh saat beru­sa­ha melakukan blocking.

Hingga berakhirnya kuarter kedua, Pacers tertinggal lebih da­ri 30 poin. Tim tuan rumah juga kesulitan mengantisipasi perge­rakan cepat yang dilakukan Par­ker dan Diaw.

Saat laga tinggal menyisakan waktu 33 detik, selisih angka te­lah mencapai lebih dari 25 po­in. Pacers berusaha bangkit de­ngan mencetak dua kali lempa­ran tiga angka melalui forward me­reka, David West.

Tapi Tim Du­can mem­balasnya dengan lay up yang sempurna sekaligus me­ng­unci kemenangan atas tuan rumah.

Kemenangan ke-18 beruntun ini menjadi rekor baru Spurs da­lam sejarah NBA sekaligus mem­berikan kekalahan kandang terbu­ruk Pacers pada musim ini.

“Rentetan kemenangan yang luar biasa. Mudah-mudahan ka­mi bisa bermain di playoff deng­an ke­percayaan diri seperti seka­rang,” kata Tim Duncan dikutip ESPN.

Sedangkan kekalahan Pacers atas Spurs bukan saja membuat posisinya digusur Miami Heat, melainkan juga menurunkan mental punggawa tim besutan Frank Vogel itu terganggu di sisa kompetisi NBA musim ini.

Selepas pertandingan, forward Pacers, Roy Hibbert, mengaku, timnya dalam kondisi sulit kare­na tergelincir dari puncak klase­men Wilayah Timur.

“Sungguh mengerikan. Kami sudah berada dalam posisi sulit dan kehilangan kekom­pa­kan tim. Kami punya banyak pemain bagus serta pelatih dan manajemen yang bagus, tetapi sa­ya tetap tidak tahu,” kata Hib­bert dikutip Sports Mole.

Pemain berusia 27 tahun itu, sempat melontarkan kritik deng­an mengatakan, timnya perlu di­terapi seorang psikiater, demi me­­ngembalikan performa ter­baik. Hibbert juga sempat me­nyarankan memanggil dok­ter psikolog tim yaitu Dr Chriss Carr.

“Mungkin kita se­mua harus pergi terapi dan berte­mu Dr Carr untuk mengatasi ma­salah kami.”

Sedangkan sang pemuncak Wilayah Timur, Miami Heat be­gitu perkasanya melumat Toron­to Raptors 93-83 meski diting­gal­kan tiga pemain utamanya, Dwya­ne Wade, Greg Oden, dan Ray Allen.

Lagi-lagi LeBron James men­jadi pahlawan bagi Heat dengan mencetak poin tertinggi, yaitu 32 angka, delapan assist, dan tujuh rebound  dan membawa timnya kel­uar sebagai juara. Chris Bosh juga menyumbangkan 18 poin untuk Heat. Di kubu Raptors, Greivis Vasquez menjadi pemain yang meraih skor tertinggi de­ngan 17 poin.

Kemenangan ini menjadi buk­ti, bahwa Heat tetap sanggup ber­main baik di posisi vital saat ditinggalkan pemain utama. “Ka­­mi sudah tahu kalau bisa memun­caki klasemen. Namun, saya eng­gan membicarakannya,” kata Erik Spoelstra.

Spoelstra justru lebih meng­kha­watirkan anak asuhnya yang sedang berada dalam kondisi cidera, mengingat  babak play­offs akan segera bergulir kurang dari tiga pekan lagi. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA