Meski Pistons hanya unggul tipis 109-100, tapi kemenangan ini menandai debutnya sebagai pengganti Maurice Cheeks yang baru saja dipecat setelah menjalani 50 pertandingan saja sebagai pelatih kepala.
Sejak kuarter pembuka hingga akhir, Pistons tak pernah kehilangan kesempatan memperoleh poin. Saat kuarter pertama di mulai, Brandon Jennings mampu merebutnya dengan skor 25-24.
Pistons kemudian makin melaju di kuarter dua dan mengungguli tambahan angka Spurs dan membuat paruh pertama ini berakhir 59-48 untuk sang tuan rumah.
Spurs justru semakin terpuruk di kuarter ketiga. Tanpa digawangi Manu Ginobili dan Kawhi Leonard, mereka tertinggal jauh 92-72. Pada kuarter terakhir, Pistons yang sudah di atas angin akhirnya menutup pertandingan dengan skor 109-100.
Ini merupakan kemenangan ketiga secara berturut-turut. Sementara bagi Spurs, ini adalah kekalahan kedua mereka dalam kurun waktu empat hari.
Kemenangan ini tentu saja bikin Loyer girang bukan kepalang. “Saya bilang kepada mereka ini akan menjadi hari yang emosional,†katanya di
Yahoosports.Atas hasil tersebut Loyer patut memberikan kredit terbesar buat Jennings yang menjadi penampil terbaik Pistons dengan sumbangan 21 poin, 4 rebound, dan 6 assist.
Sedangkan, pelatih Spurs, Gregg Popovich mengatakan, kekalahan tim asuhannya kali ini akibat para pemain tidak menampilkan pertahanan yang baik sepanjang pertandingan. “Ini pertahanan terburuk yang pernah kami tampilkan sepanjang musim, terutama di kuarter pertama,†sesalnya dikutip
ESPN. ***
BERITA TERKAIT: