Andy Sanjaya misalnya. Salah seorang teknisi telepon seluler di Dream Phone ini meraup keuntungan yang cukup besar karena hujan dan banjir yang belakangan intens terjadi itu.
Kepada
Rakyat Merdeka Online, pria berusia 24 tahun itu menceritakan bahwa musibah banjir ini membuat dirinya juga kebanjiran. Tapi, bukan kebanjiran karena genangan air. Buluk, biasa dia disapa, kebanjiran orderan yang ingin menservis telepon genggam (handphone).‎ Penyebabnya, macam-macam. Ada yang kecipratan air, kehujanan, dan yang paling parah karena terendam di genangan air.
"Rata-rata itu yang buat HP mereka rusak. Tapi itu jadi rezeki buat kami," kisah Buluk di tokonya yang terletak di pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos), sesaat tadi (Sabtu, 18/1).
Toko servis Dream Phone terletak di salah satu sudut lantai dua Detos. Buluk bilang, kebanyakan orang yang memperbaiki telepon genggam di tokonya adalah pengendara motor.
Soal keuntungan alias omset, lanjut pria bertubuh gelap ini, meningkat cukup signifikan. Jika dibandingkan biasanya, keuntungan saat hujan dan banjir yang belakangan intens terjadi ini, bisa meningkat mencapai 30 persen.
"Biasanya, mereka ngeluh tombol HP yang tak berfungsi, kamera tidak berfungsi, layar LCD 'blank', hingga mati total," terang Buluk.
"Kalau mati total itu biasanya konslet pada komponen mesin HP karena terkena air," sambung pria yang hobinya mendaki gunung itu.
[ian]
BACA JUGA: