"Antisipasi banjir di Jakarta ini tugasnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), bukan dinas kami," tegas Andi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (3/13).
Kendati ia akui memang program penggalian 2 ribu sumur resapan berada di tangan dinasnya. Hingga kini, pembangunannya baru mencapai 60 persen dari target yang ditentukan. Andy mengemukakan, salah satu kendala terbesar yang dihadapinya kini yakni menyediakan pipa berukuran 12 inchi. Pihak produsen ternyata tidak mampu memenuhi permintaan pipa untuk 1.949 sumur resapan dari kontraktor.
"Ini pertama kali DKI meminta produsen menyediakan pipa 12 inchi yang jumlahnya ribuan ke produsen," dalihnya.
Di satu sisi ia memandang, sumur resapan bukan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir di Jakarta. Program lain yang juga harus diperhatikan adalah normalisasi sungai, penanganan sampah, dan pengerukan saluran air mikro
.[wid]
BACA JUGA: