"Kita percepat pembangunan fisiknya dari 2020 ke 2015," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).
Ia menyadari bila megaproyek tersebut masih membutuhkan perhitungan yang cukup panjang. Bahkan beberapa aspek seperti aspek ekonomi, kesehatan dan lingkungan pun turut diperhitungkan dalam hal ini. Namun ia tetap optimis pembangunan dapat segera dimulai bila seluruh perhitungan angka untuk proyek ini selesai.
"Hitung-hitungnya saja belum kok. Butuh proses dan waktu perencanaan yang matang. Tetapi jangan lama-lama lah," tegasnya.
Untuk diketahui, pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta Utara ini diprediksi akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 150 triliun. Untuk pendanaannya diperoleh dari investor atau swasta. Pemprov DKI percaya, tanggul raksasa ini akan menyelesaikan 90 persen persoalan banjir di Jakarta
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BACA JUGA: