Hal ini diinformaskan Operator Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Suratman di Balaikota Jakarta, Sabtu (16/11).
Kendati diakuinya, dua area lainnya yakni Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Bidara Cina masih terendam banjir. Pun begitu tujuh RW Kelurahan Kampung Melayu yakni RW 01, 02, 03, 04, 05, 07, dan 08. Ketinggian air disitu berkisar antara 20 cm - 40 cm.
Akibatnya, 952 kepala keluarga (KK) atau 2.620 jiwa yang tinggal dalam radius 15 meter dari bantaran Kali Ciliwung terkena dampak banjir ini. Namun belum ada warga yang mengungsi.
Hal sama juga terjadi di Kelurahan Bidara Cina. Lima RW yang ditinggali oleh 325 KK atau sekitar 1.120 jiwa ikut terendam banjir yang kini menurun di kisaran 10-20 cm.
"Jadi, total jiwa yang masih terendam banjir juga sudah berkurang menjadi 3740 jiwa atau 1277 KK," ujarnya.
Pantauan citra radar cuaca hingga pukul 14.30 WIB tadi, lanjutnya, beberapa wilayah di Jabodetabek masih berpotensi hujan yang disertai petir atau kilat. Area yang dimaksud adalah wilayah Pademangan, Petamburan, Tambora, Taman Sari, Palmerah, Tanah Abang, Setia Budi, Johar Baru, Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, Pulo Gadung, Kelapa Gading, Cakung, Jatinegara, Duren Sawit, Halim Perdanakusumah, TMII, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Cibubur, Bekasi dan sekitarnya.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 18.30 WIB, dan meluas ke wilayah Pancoran, Tebet, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Jagakarsa, Depok, Bogor, dan sekitarnya.
"Apabila kondisi cuaca signifikan masih berlanjut, akan dilakukan update sebelum masa berlaku peringatan dini berakhir," ujar dia.
[wid]
BACA JUGA: