Kendati program ini cukup telat dilaksanakan, Pemprov DKI berharap aliran air dapat diatur dengan baik. Sehingga ketinggian muka air diketahui bila sudah memasuki status siaga 1 atau 2. Dengan begitu, informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat, untuk waspada terhadap banjir yang akan datang ke pemukiman mereka.
"Untuk memonitor tinggi debit air. Kadang-kadang kan air pembagian ngga merata di tiap waduk. Tadi kalau pompa itu buka air bisa buang kesini gitu lho. Agak telat memang. Tapi ini lagi dipasang," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (7/10).
Proses pemasangan CCTV saat ini, kata Basuki, tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun mantan Bupati Belitung Timur ini berharap agar daerah Jakarta Utara diprioritaskan oleh Dinas PU. Karena daerah ini sangat rawan diterjang banjir.
Dihubungi terpisah, Kadis PU, Manggas Rudi Siahaan membenarkan pemasangan CCTV tersebut. Pemasangannya dilakukan sejak dua pekan lalu. CCTV akan dipasang di 130 rumah pompa DKI.
"Iya, kita lagi proses. Pengerjaanya sudah mulai sekitar dua pekan yang lalu. Mudah-mudahan akhir Desember ini akan selesai pemasangannya. Kira-kira kita akan pasang CCTV di sekitar 130 rumah pompa," kata Manggas
.[wid]
BACA JUGA: