
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memprediksi penyelesaian proyek 2 ribu sumur resapan di lima wilayah DKI akan molor. Pasalnya, seluruh alat pendukung pelaksanaan proyek ini belum dilengkapi lantaran tendernya tak kunjung tuntas.
Untuk mengantisipasinya, Pemprov DKI berniat membeli seluruh alat yang dibutuhkan melalui e-katalog. Sayangnya, e-katalog pun belum jelas kapan akan dimulai.
"Beli alat-alatnya baru masuk, gara-gara tender. Makanya kita beli dari e-katalog semua. Nanti yang perubahan baru e-katalog baru beli. Terlambat gara-gara alat-alat itu," ujarnya.
Pelaksanan proyek tersebut sangat tergantung pada alat pengerukan. Saat ini alat pengeruk yang dimiliki Pemprov DKI masih sangat terbatas. Karena itulah ia belum bisa menjamin Jakarta akan bebas dari banjir saat musim penghujan.
Sementara, Pemprov hanya mengandalkan puluhan pompa air portable untuk menyedot air yang menggenangi pemukiman warga sehingga keluar menuju laut. Itu pun efektif jika mesin pompanya tidak rusak.
"Kalau mesin pompanya nggak rusak saya yakin sih tidak akan banjir," kata Ahok.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BACA JUGA: