Dalam pembangunan bendungan ini, Kementrian BUMN diwakili PT Hutama Karya (persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (persero), sedangkan Pemprov DKI diwakili oleh BUMD PT Pembangunan Jaya dan PAM Jaya.
"Nanti di atas sungai Ciliwung akan dibangun bendungan, sehingga debit air bisa dikendalikan dan bisa mengurangi banjir," ujar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (2/9).
Pihaknya berharap pembangunan bendungan di hulu sungai Ciliwung bisa mengurangi banjir sebanyak 20 persen-30 persen serta menyumbang 3 ribu meter kubik air baku bagi warga Jakarta.
Pembangunan bendungan sendiri dianggarkan sebesar Rp 1 triliun. Anggaran ini difasilitasi oleh pinjaman komersial dan modal sendiri. Dengan komposisi 51 persen dari BUMN dan 49 persen dari BUMD DKI.
Jokowi juga jelaskan, proyek ini akan memakan waktu selama dua tahun, masa feasibility study dan Detail Engineering selama enam bulan serta masa konstruksi selama 1,5 tahun. Kemudian, pelaksanaan konstruksi diperkirakan berjalan pada semester satu tahun 2014.
[wid]
BACA JUGA: