Sempat hampir terjatuh saat mengurangi laju di tikungan, tak menghambat Lorenzo naik ke podium juara.
“Ketika dia menyalip saya berada di tiga sudut tikungan lap akhir. Namun ketika dia membuka sedikit celah di tikungan terakhir, saya pikir sekarang atau tidak pernah ‘ untuk mencoba merampas kemenangan darinya. Sungguh dramatis, “ kata Lorenzo di situs
Crash kemarin.
Diakuinya, Marquez yang kerap menghambat laju kuda besinya membuat semangatnya terpacu ingin menjajah podium usai mengaspal. “Saya mendorong dari awal mencoba membuka celah. Tapi, Marc tidak pernah menyerah, walau dia sedikit terluka akibat insiden sesi pemanasan.â€
Sedangkan Marquez, meski harus kalah dramatis dari pebalap Yamaha menegaskan, dia telah menyuguhkan penampilan hebat.
Sebelum mengaspal, pebalap muda asal Spanyol ini mendapatkan suntikan penahan rasa sakit atas cedera bahu yang didapatnya saat sesi pemanasan di Silverstone. “Saya tidak merasa kesakitan, setelah menerima suntikan. Tapi tetap saja merasa saya kelelahan pada akhir lomba.â€
Sementara itu, The Doctor yang finis di posisi empat menjadi pengalaman ketiga kalinya. Namun, tetap dianggap Rossi istimewa. Pasalnya, dia kerap mendapatkan hasil buruk di Silverstone.
Rossi mengawali balapan, Minggu (1/9) malam WIB, dengan baik, langsung merangsek ke depan. Meski begitu dia hanya mampu mengamankan posisi keempat, tertinggal 12 detik dari Pedrosa yang finis ketiga. “Buatku hasil ini lebih positif daripada di Brno karena lintasan ini amat sulit.†tandas Rossi. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: