Marquez berhasil mengasapi sesama pebalap Spanyol, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Dengan kemenangannya ini, pebalap yang membela Repsol Honda itu mempertahankan keunggulan poin di klasemen pebalap MotoGP. Dia mengoleksi 188 poin, atau unggul 21 poin atas Pedrosa yang menguntit di posisi kedua.
“Saya sangat senang bisa mengambil 25 poin lagi. Saya merasa sangat baik sepanjang akhir pekan, dan saya pikir ini merupakan GP terbaik sejak datang ke kelas utama (MotoGP),†kata Marquez usai balapan, dikutip
Crash, kemarin.
Didapuk sebagai jawara, Marquez tak jumawa. Dia tak malu membeberkan kesuksesannya menjuarai MotoGP di Indianapolis itu karena mengikuti gaya balap Jorge Lorenzo dan Pedrosa. Caranya adalah dengan mencoba menyelamatkan ban di awal. Ketika merasa baik dan memiliki lebih sedikit bahan bakar di tangki baru kemudian dia menyerang.
Selain jadi pimpinan klasemen pebalap, kemenangannya kali ini juga menorehkan sejarah baru. Dia jadi pebalap muda berbakat pertama di kelas utama yang memenangkan tiga balapan beruntun sejak Kenny Roberts melakukannya tahun 1978.
Di sisi lain, Lorenzo yang jadi joki Yamaha mengaku kecewa karena gagal menang. Apalagi, dia sempat memimpin lomba sebelum disalip Marquez dan Pedrosa. Juara dunia 2010 dan 2012 itu kecewa gagal memperkecil jarak dengan para rivalnya di klasemen sementara.
Dengan hasil ini, Lorenzo berada di posisi ketiga klasemen pebalap dengan mengumpulkan 153 poin. Dia tertinggal 35 poin dari pimpinan klasemen sementara.
Sementara itu, Valentino Rossi mengaku tetap bersukacita meski gagal meraih podium untuk keempat kali beruntun. Pasalnya, joki kawakan Yamaha itu mampu finis keempat usai melewati duel sengit kontra dua rival, Cal Crutchlow dan Alvaro Bautista. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: