“Sejak saya berada di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, saya sudah berlatih dengan ‘sparring partner’ petinju setempat sebanyak 30 ronde,†ujar Daud dikutip Antara, kemarin.
Petinju dengan rekor bertarung 30 kali menang (23 KO) dan tiga kali kalah itu menambahkan, latihan ‘sparring’ yang dijalani selama ini lebih banyak dilakukan malam hari sekitar pukul 11 malam. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan pertarungan yang sebenarnya mendatang.
Pertarungan perebutan gelar juara IBO kelas ringan yang lowong antara Daud Yordan melawan Brizuela di di Metro City, Northbridge, Perth, Australia, Sabtu mendatang, memang dilangsungkan pada malam hari. “Saya harus membiasakan latihan malam hari untuk menyesuaikan diri dengan waktu pertarungan yang sebenarnya.â€
Tetapi sejak empat hari terakhir, petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat itu, tidak lagi berlatih dengan mitra tanding mengingat waktu pertarungan sudah dekat.
“Sekarang ini yang saya lakukan hanya menjaga kondisi tubuh saja hingga pertarungan melawan petinju Argentina mendatang. Saya mohon doa restu masyarakat Indonesia agar bisa memboyong sabuk gelar juara dunia kelas ringan IBO ini.â€
Pertarungan melawan Brizuela merupakan debut pertama bagi Daud Yordan setelah memutuskan untuk pindah kelas dari kelas bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61,2 kilogram).
Sementara itu, Tatu-julukan Brizuela yang merupakan juara IBF Latin Latino dan sempat mewakili Argentina di Olimpiade Athena 2004, bersumpah untuk merampas sabuk juara kembali ke Argentina. “Ini adalah mimpi saya memenangkan gelar dunia.†Brizuela sendiri dikabarkan telah tiba di Australia, Senin malam waktu setempat.
Selain Daud Yordan, terdapat satu petinju Indonesia lainnya yang akan berlaga di sana, yakni Rasmanudin. Juara ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) itu akan berhadapan dengan petinju tuan rumah, Jason Cooper untuk memperebutkan gelar IBO Asia Pasifik. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: