Parkir liar itu terbentang merata di semua jalan sekeliling silang Monas. Bahkan parkir liar itu juga nampak terlihat di depan Istana Negara yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara.
Agung, seorang warga Grogol yang memarkir motornya di bahu jalan tepat di depan Istana Merdeka, mengaku tidak mengetahui tempat parkir resmi yang disediakan panitia acara.
"Semuanya pada parkir di sini, ya sudah saya juga taruh motor disini," kata pria berusia 28 tahun ini kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 15/6).
Agung yang datang bersama istri juga mengaku, dirinya kaget atas adanya permintaan biaya parkir motor yang mahal. Untuk sekali parkir ia dimintai uang sebesar Rp 5.000 oleh tukang parkir liar. Kekesalan Agung memuncak saat tahu bahwa ternyata motornya ditinggal begitu saja oleh si tukang parkir.
"Ini tadi disuruh bayar Rp 5.000, tukang parkirnya sekarang enggak ada, giliran naruh dimintain, liat aja tuh yang baru-baru naruh motornya," kesalnya sambil menurunkan sepeda motor Vega yang ia bawa dari trotoar yang terletak di depan istana.
Lebih lanjut, Agung yang datang sejak pukul 20.30 ini mengatakan dirinya tidak mendapatkan hal spesial dari acara yang diusung sebagai Pesta Rakya Jakarta itu.
"Rame banget di dalam, tapi enggak ada apa-apa juga," tandas Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko handphone di Roxy itu.
[ian]
BACA JUGA: