Kondisi tembok pembatas Kali Krukut membuat warga kuatir karena rawan jebol. Apalagi mengingat cuaca masih belum kondusif. Kekuatiran warga terbukti. Rabu (1/5) malam kemarin, tembok pembatas sepanjang 8 meter dan tinggi 1,2 meter itu ambruk dan luapan airnya langsung menggenangi pemukiman 31 kepala keluarga.
Tembok pembatas kali dibangun warga secara swadaya.
Saat ini genangan air sudah menyurut, namun warga tetap saja was-was.
Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jaksel, Irvan Amtha mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar tahun ini untuk pembuatan tanggul permanen sekitar 200 meter dengan tinggi tiga meter. Rencana ini sudah masuk program PU Tata Air Jaksel.
Proses lelangnya paling cepat akan diadakan pada minggu ketiga bulan Mei. Sedang pembangunan fisiknya mulai digarap pada Juli.
Untuk sementara, pihaknya membuat bronjong yang diperkuat 6 ribu karung pasir sebagai penahan air. Selain itu juga dikerahkan dua unit pompa dengan kapasitas sedot 500 liter per detik.
[wid]
BACA JUGA: