Kemarin, pebalap Repsol Honda (HRC) itu berhasil memenangi Grand Prix MotoGP Austin, AS. Selain mampu mengasapi duo pebalap Yamaha FIAT dan rekan setimnya Dani Pedrosa, dia juga membuat sejarah dengan mampu jadi pebalap termuda yang juara di kelas utama.
Saat balapan di Circuit of The Americas (COTA) itu berlangsung, Marquez baru berusia 20 tahun 63 hari. Dia berhasil memecahkan rekor yang telah bertahan sejak tahun 1982 atas nama rider AS, Freddie Spencer. Saat itu, Spencer yang berusia 20 tahun 196 hari, dan juga memperkuat tim HRC menjuarai GP Belgia.
Di balapan kali ini, duel sengit merebutkan barisan terdepan sudah terjadi sejak lap pertama. Marc Marquez yang sedang memimpin balapan sempat diambil alih rekan setimnya Dani Pedrosa,. Dia sempat dalam posisi terlalu lebar saat akan mengambil tikungan pertama. Akibatnya, dia harus pindah ke posisi ketiga usai Stefan Bradl juga menyalipnya.
Namun, balapan kali ini memang harinya HRC, terutama Marquez yang baru memulai debut musim ini di kelas utama. Podium juaranya di MotoGP musim ini didapat usai pebalap Spanyol itu mencatatkan waktu 43 menit 42.123 detik dari 21 lap yang dilahapnya. Hasil ini membuatnya memimpin klasemen sementara MotoGP dengan raihan 25 poin.
Sementara itu, Pedrosa yang berada tepat di belakangnya hanya terpaut 1.534 detik dan menempatkannya berada di peringkat kedua klasemen dengan 20 poin. Posisi ketiga hingga kelima ditempati oleh Lorenzo, Cal Crutchlow, dan Stefan Bradl.
Marquez sendiri hanya menggelengkan kepala dan tidak menyangka dirinya bisa begitu cepat meraih kemenangan di kelas MotoGP. “Kalau saya jujur tidak menyangka. Menempati posisi ketiga dalam balapan pertama saya di Qatar adalah sebuah mimpi, dan sekarang bisa meraih kemenangan dalam balapan kedua itu lebih baik lagi!†ungkapnya .
Dikatakan, balapan kali ini cukup sulit, khususnya dalam hal kondisi fisik menjelang akhir, apalagi dengan tikungan-tikungan seperti Turn 1. Dia mengaku sempat punya masalah dengan bagian depan tunggangannya. Meski dalam kondisi begitu dia terus menggeber motor dan menjaga ritme balapannya dengan tetap konstan.
“Tidak begitu cepat, tapi cukup. Saya sangat senang dan ingin berterima kasih kepada semua tim. Tanpa mereka ini tidak mungkin terjadi.†[Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: