"Tidak ada informasi masih dari Pemprov DKI Jakarta, tahu-tahu main bongkar saja. Kami juga warga Jakarta, hewan saja ada tempatnya, sampah saja juga ada tempatnya," protes salah seorang warga gusuran, Juliati.
Selain tidak mendapatkan ganti rugi, Juliati juga mempertanyakan janji Pemprov DKI akan merelokasi warga jika terjadi penggusuran ke rumah susun.
"Katanya mau dipindahkan ke rusun, didata saja kami belum pernah. Sedihnya lagi pas kita tanya ternyata rusunnya masih dalam pengerjaan," keluhnya.
Bukan hanya Juliati, Wiji (33) juga mengaku kini bingung mencari tempat untuk menampung tinggal ia beserta keluarganya. Sedang dirinya hanya berpenghasilan pas-pasan.
"Seharusnya rampungkan dulu rusunnya baru dibongkar, kalau sudah begini, kami mau tidur dimana? Mana tidak ada kerohiman lagi," ucap Wiji.
[wid]