Terkait itu, Mathieu Flamini merasa senang bercampur sedih. Senang karena berhasil menjebol gawang lawan, dan sedih saat dihadiahi kartu merah. “Aku senang bisa mencetak gol. Aku amat gembira mencetak gol kedua secara beruntun, tapi aku kecewa mengenai kartu merahku,†katanya di
ESPN.
Hal itu jelas membuatnya gembira. Namun, kegembiraan Flamini itu tidak lengkap karena di laga lawan Napoli ia harus meninggalkan lapangan lebih dini usai dikartu merah di menit ke-72. Mengenai kartu merah tersebut, Flamini berargumen bahwa itu terjadi karena dirinya tampil terlalu antusias dan bersemangat.
“Aku ingin memperlihatkan bahwa aku adalah seorang pemain yang penuh antusiasme, yang pantas mengenakan seragam Milan. Adalah sebuah kesalahan untuk meninggalkan tim dengan 10 pemain, tapi aku punya hasrat besar dan terkadang amarah dapat muncul dalam sepakbola,†keluhnya.
Laga lainnya, saudara muda AC Milan, Inter Milan kembali menelan kekalahan dan melanjutkan tren negatifnya. Setelah sebelumnya dipecunÂdangi Atalanta di kandang sendiri,
La Beneamata takluk dengan skor 0-2 saat bertanÂdang ke markas Cagliari di Stadion Nereo Rocco, Trieste, Minggu (14/4) malam WIB.
Saat pertandingan, Inter yang tengah mengalami krisis striker tampil dengan formasi yang tidak biasa. Pelatih Andrea Stramaccioni terpaksa mendorong Fredy Guarin ke depan untuk menyokong Tomasso Rocchi.
Meski memiliki lebih banyak peluang, Inter tak mampu memaksimalkannya. Sebaliknya, Cagliari yang mengandalkan serangan balik justru mampu bikin dua gol di babak kedua.
Gol pertama
Isolani diciptakan oleh Mauricio Pinilla lewat titik putih. Tak berselang lama, Pinilla kembali menjebol gawang Inter dan memastikan timnya meraih tiga angka.
Kekalahan ini membuat posisi Inter turun ke urutan tujuh klasemen sementara Seri A dengan koleksi 50 poin dari 32 pertandingan. Cagliari bercokol di posisi kesepuluh dengan 42 poin. [Harian Rakyat Merdeka]